Hong Kong Jindi Lunasi Bonus Tandatangan Blok South Jambi B

Anggita Rezki Amelia
12 Desember 2018, 20:57
Blok migas
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Hong Kong Jindi Group telah melunasi bonus tanda tangan untuk pengelolaan Blok South Jambi B. Perusahaan ini memenangkan blok tersebut saat dilelang Agustus 2018. Adapun bonus tanda tangan yang dilunasi sebesar US$ 5 juta.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan saat ini perusahaan tersebut masih menyelesaikan pembayaran jaminan pelaksanaan. Jaminan pelaksanaan disetor sebesar 10 % dari Komitmen Kerja Pasti (KKP) lima tahun pertama Hong Kong Jindi sebesar US$ 60 juta.

(Baca: Kontrak Gross Split Blok South Jambi B dan Banyumas Diteken Bulan Ini)

Menurut Djoko proses pembayaran jaminan pelaksanaan memang sedikit memakan waktu karena harus mengurus ke bank untuk diterbitkan sertifikat. Ia belum bisa memastikan kapan perusahaan itu bisa meneken kontrak gross split Blok South Jambi B. “Kalau dia bayar performance bond ya segera,” kata Djoko di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (12/12).

Hong Kong Jindi akan menggunakan dana KKP tersebut untuk survei geologi dan geofisika (G&G) serta seismik dua dimensi (2D) sepanjang 300 kilometer. Juga untuk melakukan seismik tiga dimensi (3D) 400 kilometer persegi dan pengeboran tiga sumur.

Blok South Jambi B saat ini masih dioperatori ConocoPhillips dengan hak kelola 45 %. Pemegang hak kelola lainnya adalah Pertamina sebesar 25 % dan PetroChina 30 %. Blok ini habis kontrak 25 Januari 2020 mendatang.

Sebelum kontrak berakhir, ConocoPhillips dan Pertamina menyatakan tidak tertarik mengelola blok tersebut. Akhirnya, pemerintah menyerahkan Blok South Jambi B kepada PetroChina. Namun, hingga batas yang ditentukan pemerintah, perusahaan asal Tiongkok itu tak kunjung menyelesaikan kewajiban dalam kontrak dan justru mengembalikan blok itu.

Alhasil, Blok South Jambi B dilelang pemerintah Agustus 2018 lalu. Pemenang lelang diumumkan Senin (22/10) yang dimenangkan oleh Hong Kong Jindi. Jika mengacu lembar fakta ConocoPhilips periode Maret 2018, produksi blok ini telah berhenti. “Pengembangan lapangan saat ini ditangguhkan,” mengutip lembar fakta tersebut, Selasa (23/10).

(Baca: Upaya Hong Kong Jindi Menghidupkan Lagi Blok South Jambi B)

Cadangan minyak blok ini, baik terbukti dan potensi, sudah sedikit yakni sekitar 0,6 juta barel. Namun cadangan gas terbukti bisa mencapai 217 BSCF, lalu cadangan potensi sekitar 439 BSCF, dan cadangan mungkin sekitar 823,2 BSCF.

Adapun blok ini terletak di daratan Jambi. Total areanya mencapai 1,539.30 Km2. Produksi South Jambi B sempat mencapai puncak pada era 2004-2010 dengan rata rata produksi 20 mmscfd. setelah itu mengalami penurunan.

Exploitation and Production Manager PT Sele Raya Merangin Dua Krisputranto Wahyu Nugroho mengatakan Hong Kong Jindi Group ikut lelang Blok South Jambi B karena potensinya masih besar, meskipun sudah tidak beroperasi. “Karena gasnya besar. Kan sebelumnya ConocoPhilips tidak mengajukan, kami coba meneruskan,” kata dia kepada Katadata.co.id, Senin (22/10).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...