Serapan Pupuk Subsidi Berkurang, Pusri Fokuskan Penjualan Komersial

Penulis: Ekarina

26/12/2018, 13.14 WIB

Pusri berencana mulai fokus mengalihkan pemasaran ke segmen komersil karena alokasi penyerapan pupuk subsidi berkurang pada tahun depan.

Stok Pupuk Bersubsidi Melimpah
ADENG BUSTOMI
Stok Pupuk Bersubsidi Melimpah

Pemerintah memangkas alokasi pupuk bersubsidi yang disalurkan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) ke masyarakat sebesar 1 juta ton  menjadi 8,5 juta ton dari semula 9,5 juta ton pada tahun depan. Akibat kondisi tersebut, perusahaan menargetkan menggenjot penjualan komersil ke depan.

Direktur utama PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro mengatakan pengurangan jumlah pupuk subsidi akan menjadi tantangan perusahaan pada tahun depan. Karena selama ini pupuk bersubsidi menyerap 50% terhadap produksi Pusri.

(Baca: Arcandra Resmikan Pembangunan Pipa Gas Grissik-PUSRI)

Kondisi ini akan semakin menantang karena produksi pupuk tahun depan akan meningkat menjadi sebesar 2,05 juta ton. 

"Jelas ini akan berpengaruh pada alokasi dari PT Pusri, dengan pengurangannya sekitar 10%-15%," kata Mulyono.

Dengan alokasi  penyerapan yang berkurang, sementara volume produksi bertambah, menyebabkan perusahaan mau tak mau mengambil langkah lain untuk memaksimalkan penyerapan. Caranya, dengan mulai fokus mengalihkan pemasaran ke segmen komersil.

"Produksi ini harus terserap semua karena biaya yang dikeluarkan sudah tinggi," ujar dia.

Sepanjang tahun 2018, produksi pupuk PT  Pusri disebut telah melebihi target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

(Baca: Tingkatkan Sarana, Kementan Dongkrak Kesejahteraan Petani)

Menurut data perusahaan,  realisasi produksi amoniak Pusri sepanjang 2018 yakni sebanyak 1,53 juta ton atau 108% dari RKAP yang ditetapkan 1,41 juta ton. Sedangkan jenis pupuk urea sebesar 2,17 juta ton atau 107%dari RKAP 2, 02 juta ton, yang berasal dari pabrik Pusri IB, III, IIB dan IV.

"Sedangkan untuk pabrik NPK teralisasi 104.290 ton atau 104% dari RKAP 100.000 ton," kata dia.

Terkait persaingan bisnis pupuk ke depan, Mulyono memperkirakan situasinya masih akan relatif sama dengan 2018 seiring dengan masuknya produk Tiongkok ke pasar dalam negeri.

Untuk meningkatkan daya saing, Pusri akan meningkatkan efisiensi khususnya dalam penggunaan bahan baku gas di sejumlah pabrik, mengingat harga beli masih tinggi jika dibandingkan dengan kompetitor.

Pabrik pupuk Tiongkok memiliki pabrik generasi baru dan teknologi efisensi serta bahan baku yang murah.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha