Istimewanya Dreadout, Film Gim Horor Lokal Membidik 1,5 Juta Penonton

Penulis: Dini Hariyanti

2/1/2019, 14.42 WIB

Total biaya pengerjaan tayangan layar lebar ini sekitar Rp 12 miliar - Rp 14 miliar.

Film Dreadout
Dini Hariyanti | Katadata
Dreadout bakal tayang di 200 layar bioskop mulai 3 Januari 2019 dengan target minimal 1,5 juta penonton.

Film Dreadout akan mengisi sekitar 200 layar bioskop Tanah Air demi meraup sedikitnya 1,5 juta penonton. Karya arahan Sutradara Kimo Stamboel ini merupakan adaptasi dari gim dengan judul sama, tayang mulai 3 Januari 2019.

"Akhirnya proses film ini selesai digarap akhir 2018. Kami lihat pada awal tahun ini prospeknya lumayan oke karena masih periode liburan juga," ujar Kimo ditemui dalam konferensi pers Dreadout, di Jakarta, Rabu (2/1).

Menurutnya, pengembangan gim Dreadout menjadi film terbilang menantang. Alih-alih mengisahkan apa yang ada di dalam permainan, Kimo lebih fokus untuk mengulik cerita latar belakang sosok-sosoknya.

Bagi gamer, Dreadout ditujukan untuk menyempurnakan pengalaman bermain karena mereka akan tahu latar belakang kisah di dalam gim. Tapi audiens nongamer tetap dapat menikmatinya sebagai film genre horor.

(Baca juga: Tayang Januari 2019, Ini Tiga Film Hasil Monetisasi Karya Intelektual)

Produser Dreadout Wida Handoyo mengutarakan bahwa pendanaan film ini melibatkan empat investor, salah satunya perusahaan distributor gim PT Lyto Datarindo Fortuna. Total biaya pengerjaan tayangan layar lebar ini sekitar Rp 12 miliar - Rp 14 miliar.

"Kami cari mitra investor yang cocok dengan visi misi kami. Lyto (jembatani) penggemar film dan komunitas pemain gim. CJ Entertainment dan Skymedia terlibat juga. Semoga kampanye promosi kami cukup untuk (kesuksesan) film ini," kata dia.

(Baca juga: Pengembang Gim Jangan Tunda Proteksi Kekayaan Intelektual)

Soal porsi pembiayaan, CEO PT Lyto Datarindo Fortuna Andi Suryanto enggan menyebutkan detail. Dia hanya menyatakan bahwa kontribusi riil Lyto untuk Dreadout berkurang dari angka yang diajukan perusahaan guna mengkomodir animo investor lain.

"Semua industri kreatif itu tinggi return dan tinggi risiko. Film yang menguntungkan sekitar 10% (dari populasi film) sedangkan gim lebih kecil, kurang dari 5%. Kolaborasi film dan gim ini yang bikin saya tertarik," ujar Andi.

(Baca juga: Playgame Jaring 20 Pengembang Permainan Lokal Tahun Depan)

Dreadout dipastikan tidak hanya beredar di dalam negeri melainkan masuk pula ke pasar global. Film ini bercerita tentang sekelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial.

Mereka pergi ke sebuah apartemen kosong pada malam hari sembari merekam kegiatan selama di sana. Tokoh bernama Linda tak sengaja membuka portal misterius dan membangunkan penunggu gaib di gedung tersebut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN