Lonjakan Harga Gabah Kerek Nilai Tukar Petani per Desember

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

2/1/2019, 17.20 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan nilai tukar petani pada Desember 2018 di level 103,16, kenaikan terjadi di subsektor tanaman pangan.

Petani Jeruk
Katadata

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan nilai tukar petani pada Desember 2018 di level 103,16,  naik tipis 0,04% dari November yang sebesar 103,12. 

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan kenaikan nilai tukar petani periode Desember 2018 dipicu kenaikan harga gabah pada subsektor tanaman pangan. "Harga gabah meningkat, otomatis pendapatan petani juga naik," kata Suhariyanto di Jakarta, Rabu (2/1).

(Baca: Ditopang Inflasi Rendah, Upah Buruh November Meningkat)

Dia menjelaskan nilai tukar petani tanaman pangan naik 0,75%, dari 106,23 pada November menjadi 107,03 pada Desember. Kenaikan juga terjadi pada nilai tukar petani sektor peternakan yang melonjak 0,17% dari 107,29 menjadi 107,47 pada periode yang sama.

Sementara itu, nilai tukar petani hortikultura turun 0,02%, nilai tukar petani perkebunan rakyat turun 1,16%. Nilai tukar petani subsektor perikanan juga turun 0,04% yang terjadi pada nelayan dan pembudidaya ikan.

Suhariyanto mengungkapkan penurunan nilai tukar petani perkebunan rakyat lebih disebabkan karena anjloknya harga kelapa sawit, karet, kakao, dan teh. "Harga komoditas sedang tidak bagus," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, pada Desember harga gabah giling panen naik 2,35% dari Rp 5.646 per kilogram menjadi Rp 5.714 per kilogram secara bulanan. Sementara, harga gabah kering panen naik 1,19% dari Rp 5.116 per kilogram menjadi Rp 5.237 per kilogram daripada bulan November.

(Baca: Inflasi 2018 Capai 3,13%, Kenaikan Harga Bensin Jadi Kontributor Utama)

Alhasil, harga semua jenis beras di tingkat penggilingan per kilogram ikut melonjak pada bulan Desember. Beras premium naik 0,48% ke level Rp 9.818; beras medium terdorong 2,03% menjadi Rp 9.798; serta beras tingkat rendah naik tipis 0,07% di harga Rp 9.432 per kilogram.

BPS mencatat beras grosir juga naik 0,77% dan beras eceran meningkat 0,80% di tingkat konsumen. "Kita perlu hati-hati untuk peningkatan harga pada bulan Januari karena panen baru bulan Februari dan Maret 2019," kata Suhariyanto.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha