Jaga Daya Beli Masyarakat, Tarif Listrik Tak Naik di Triwulan Pertama

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Muchamad Nafi

3/1/2019, 19.28 WIB

Apabila terjadi perubahan terhadap asumsi makro yang dihitung secara triwulanan, tarif tenaga listrik baru akan disesuaikan.

Listrik
ANTARA FOTO/Jojon
Seorang penghuni rusunawa mengisi voucher isi ulang listrik di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (9/5/2017)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tak ada kenaikan tarif dasar listrik pada periode Januari-Maret 2019. Kepastian tersebut tertuang dalam surat yang ditujukan kepada PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN).

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat. “Untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional,” kata Jonan dalam keterangan resminya, Kamis (3/1).

(Baca: Penentuan Tarif Listrik Kini Tak Perlu Menunggu Persetujuan DPRD)

Beberapa pertimbangannya yakni ekonomi makro rata-rata periode September hingga November 2018. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, misalnya, melonjak di atas 14.500, harga acuan minyak mentah Indonesia (ICP) menjadi US$ 71,81 per barel, dan tingkat inflasi rata-rata 0,12 %.

Berdasarkan perubahan parameter tersebut, seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik atau tariff adjustment naik. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 41 Tahun 2017 tentang tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN. Aturan tersebut menjelaskan bahwa apabila terjadi perubahan terhadap asumsi makro yang dihitung secara triwulanan, tarif tenaga listrik akan disesuaikan.

Untuk pelanggan tegangan tinggi, yaitu I-4 industri besar dengan daya 30 Mega Volt Ampare (MVA) ke atas, tarifnya Rp 997 per kilo Watt hour (kWh). Untuk pelanggan tegangan menengah dengan golongan B-3 bisnis besar dengan daya di atas 200 kVA dan P2 kantor pemerintah dengan daya di atas 200 kVA tarifnya Rp1.115 per kWh

(Baca: Harga BBM dan Listrik Berpotensi Naik di 2019, Inflasi Bisa Melambung)

Adapun tarif Rp 1.467 per kWh untuk pelanggan tegangan rendah, yaitu R-1 rumah tangga kecil dengan daya 1300 VA, R-1 Rumah tangga kecil dengan daya 2200 VA, dan R-1 rumah tangga menengah dengan daya 3.500-5.500 VA. Demikian pula bagi R-1 rumah tangga besar dengan daya 6.600 VA ke atas, B-2 bisnis menengah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, P-1 Kantor Pemerintah dengan daya 6.600 VA sd 200 kVA, dan penerangan jalan umum.

Sementara itu tarif Rp1.645 per kWh untuk pelanggan layanan khusus. Adapun golonggan 900 VA rumah tangga mampu (RTM) Rp 1.352 per kWh.

Tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan. Dua puluh lima golongan pelanggan ini tetap diberikan subsidi listrik, termasuk di dalamnya pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha