Kontrak Blok Rokan Tunggu Draf dari Kementerian ESDM

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Muchamad Nafi

3/1/2019, 20.26 WIB

Kementerian ESDM masih menyiapkan draft kontrak dengan skema gross split. Pada tahun ini, Pertamina kemungkinan belum mengucurkan investasi di Blok Rokan.

Ambil Alih Lapangan Migas Blok Mahakam
Arief Kamaludin|KATADATA
Suasana North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, Minggu (31/12). Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie mulai 1 Januari 2018.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum bisa memastikan jadwal penandatanganan kontrak Blok Rokan. Ada sejumlah hal yang masih diselesaikan sebelum kontrak diteken.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan masih menyiapkan draft kontrak bagi hasil dengan skema gross split blok tersebut. “Sedang disiapkan kontraknya. Mesti dibaca oleh legal masing-masing, kemudian disirkulasi,” kata Djoko di Jakarta, Kamis (3/1).

Dia hanya menargetkan dalam waktu dekat kontrak blok anyar itu bisa diteken. Dengan begitu, PT Pertamina bisa resmi menjadi operator Blok Rokan setelah kontrak pengelola lamanya berakhir pada 2021.

(Baca: Penandatanganan Kontrak Baru Blok Rokan Mundur ke Tahun Depan )

Dalam peralihan kontrak ini, Pertamina sudah selesai menyelesaikan persyaratan awal berupa pembayaran bonus tanda tangan dan jaminan pelaksanaan. Semua dilunasi Pertamina pada Jumat (21/12/2018).

Pertamina membayar bonus tanda tangan sebesar US$ 783 juta atau Rp 11,3 triliun. Sementara itu, jaminan pelaksanaan sebesar 10 % dari komitmen kerja pasti. Adapun total komitmen pastinya sebesar US$ 500 juta.

Senior Vice President Upstream Business Development Pertamina, Ida Yusmiati, pernah menargetkan pihaknya akan meneken kontrak Blok Rokan bulan ini.

Sebagaimana diketahui, kontrak blok yang saat ini dikelola Chevron Indonesia itu akan berakhir pada 2021. Ketika kontrak berakhir, pemerintah menyerahkan 100 % pengelolaan ke Pertamina, meski Chevron juga berminat. Nantinya, Pertamina akan menawarkan 10 % ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

(Baca: Pertamina Lunasi Bonus Tanda Tangan Blok Rokan Rp 11 Triliun Pekan Ini)

Terkait masa transisi Blok Rokan, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu pernah mengatakan masih membahas hal tersebut dengan Chevron. Pada tahun ini, Pertamina kemungkinan belum akan berinvestasi awal di Rokan.

“Kami akan kolaborasi dengan Chevron mengenai apa saja yang harus disiapkan. Kami punya keinginan lebih cepat, tapi rencana kerja dan biaya kali ini belum,” ujar Samsu kepada Katadata.co.id, Selasa (11/12/2018).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha