Terendah dalam 7 Bulan, Harga Acuan Ekspor Batu Bara US$ 92,41 per Ton

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Pingit Aria

3/1/2019, 18.57 WIB

Tren penurunan harga batu bara terjadi akibat proteksi Tiongkok.

Tambang Batu Bara
Donang Wahyu|KATADATA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan Harga Batu bara Acuan (HBA) Januari 2019 sebesar US$ 92,41 per ton. Angka ini menurun 0,10% dibandingkan pada Desember 2018, yaitu US$ 92,51 per ton. Ini merupakan level terendah sejak tujuh bulan terakhir.

Ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 01/K/30/MEM tentang Harga Mineral Logam Acuan dan HBA Januari 2019.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan penurunan HBA ini disebabkan adanya proteksi impor batu bara di Tiongkok. Hal ini permintaan batu bara berkurang, sedangkan pasokan berlimpah.

"Karena proteksi impor dari Tiongkok, pasokan mereka juga masih ada," kata Agung, kepada Katadata.co.id, Kamis (3/1).

Jika dihitung sejak awal tahun, HBA Januari sebesar US$ 95,45 per ton. Lalu, naik pada Februari mencapai US$ 100,69. Sebulan kemudian turun US$ 94,75 per ton. Kemudian, periode April US$ 101,86 per ton. Setelah itu turun ke level terendah pada Mei US$ 89,53 per ton.

(Baca: Produksi Batu Bara Bukit Asam Naik 8% di 2018)

Pada Juni 2018, HBA kembali naik hingga US$ 100,69 per ton. Harga batu bara kemudian menanjak jadi US$ 104,65 per ton pada Juli. Agustus juga masih naik US$ 107,83 per ton. Namun, September turun jadi US$ 104,81 per ton. Penurunan harga berlangsung hingga Oktober mencapai US$ 100,89 per ton. Lalu, November US$ 97,90 per ton.

Adapun, untuk mengantisipasi pembatasan impor batu bara di Tiongkok. Perusahaan batu bara harus melakukan diversifikasi pasar ekspor ke negara lainnya. Seperti yang dilakukan oleh PT Bukit Asam tbk, perseroan mengeskpor batu bara ke negara yang menjadi pasar ekspor baru, misalnya Hongkong, Thailand, Filipina, dan Bangladesh.

"Mencari dan penetrasi pasar baru, seperti Hongkong, Thailand, Philipina, Banglades," kata Sekertaris Perusahaan PT Bukit Asam Suherman.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha