Marak Agenda Internasional 2018, Penumpang Bandara Ngurah Rai Naik 13%

Penulis: Ekarina

4/1/2019, 12.04 WIB

Peningkatan jumlah penumpang, pesawat maupun kargo tidak terlepas dari banyaknya agenda internasional dilaksanakan di Bali sepanjang 2018.

Bandara Ngurah Rai
ANTARA FOTO/Wira Suryantala
Sejumlah penumpang mencari informasi jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (29/6). PT Angkasa Pura I menutup sementara operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama 16 jam mulai pukul 03.00 WITA hingga 19.00 WITA setelah Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan NOTAM A2551/18 pada Jumat (29/6) akibat dampak sebaran debu vulkanik dari erupsi Gunung Agung.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali tercatat melayani 23,7 juta penumpang selama tahun 2018. Jumlah itu naik 13% dibandingkan 2017.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi mengatakan peningkatan jumlah penumpang,  baik untuk pesawat maupun kargo  tidak terlepas dari banyaknya kegiatan internasional dilaksanakan di Bali sepanjang 2018, di antaranya pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia dan Konferensi Kelautan Dunia (OOC).

"Dari jumlah itu 52,8% merupakan penumpang rute internasional dan 47,2% merupakan rute domestik," kata Yanus di Denpasar, Kamis malam (3/12).

(Baca: Hingga November 2018, Sebanyak 14,3 Juta Turis Asing ke Indonesia)

Apabila dirinci, rata-rata per bulan bandara yang disebut tersibuk kedua di Indonesia itu melayani hampir dua juta orang penumpang atau per hari rata-rata mencapai sekitar 65.100 orang.

Tak hanya itu, jumlah pesawat udara yang mengangkut penumpang ke Bali juga meningkat mencapai 162.623 pesawat atau naik 11,1%  dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sejalan dengan jumlah penumpang dan pesawat, layanan pengangkutan kargo juga turut mengalami kenaikan. Selama 2018, bandara Ngurah Rai tercatat telah melayani sebanyak 73,3 juta kilogram kargo. Angka itu tumbih sebesar 3,1% dari  2017 sebesar 71,1 juta kilogram kargo.

Dari total volume kargo yang terangkut sepanjang 2018 tersebut,  62% di antaranya berasal dari kargo internasional. Sedangkan 38% sisanya berasal dari kargo domestik.

Adapun rata-rata persentase kenaikan jumlah penumpang dari  2015 hingga 2018 mencapai 11,7% dan untuk statistik pesawat udara, selama periode itu mengalami kenaikan 8,8%.

(Baca: Menpar Siapkan Tiga Strategi Pemulihan Pariwisata Banten)

Untuk mengakomodasi kebutuhan itu, pengelola bandara sebelumnya juga mengembangkan sejumlah fasilitas di antaranya tambahan 10 tempat parkir pesawat yang diharapkan berkontribusi terhadap tambahan 2 juta penumpang.

Yanus menambahkan, jumlah penumpang sebesar 23,7 juta itu dinilai  sesuai dengan kapasitas maksimal bandara. Untuk itu, pihaknya juga berencana meningkatkan kapasitas bandara yang segera akan dicanangkan baik dari sisi udara, terminal hingga aksesibilitas.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan salah satu rencana peningkatan kapasitas bandara yang akan dibangun yakni perpanjangan landasan pacu sebanyak 400 meter menjadi 3.400 meter.

Dengan perpanjangan landasan pacu itu, bandara kebanggaan masyarakat Bali tersebut diharapkan mampu mengakomodasi pesawat terbesar saat ini seperti jenis Airbus A-380 yang mampu mengangkut lebih dari 500 orang. Faik menambahkan perpanjangan "runway" itu ditargetkan selesai pada 2022-2023.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha