Wall Street Koreksi Tajam, IHSG Dibuka di Zona Merah Terkoreksi 0,23%

Penulis: Happy Fajrian

4/1/2019, 09.58 WIB

Koreksi pada saham-saham di Wall Street dipicu revisi kebawah proyeksi pendapatan Apple, dan rilis data ekonomi AS terbaru yang mengecewakan.

BEI
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Bursa Efek Indonesia mengadakan konferensi pers mengenai Pengumuman Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan (27/12). Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan dirinya optimis dengan pergantian tahun ini, meski tahun depan memasuki tahun politik. Justru tantangan terbesar datang dari faktor eksternal yang tak bisa dihindari.

Koreksi tajam yang terjadi di Wall Street telah menyeret bursa global ke zona merah pada pembukaan pagi ini, Jumat (4/1). Di Asia, indeks harga saham gabungan (IHSG) dan mayoritas bursa di kawasan ini dibuka di zona merah. IHSG terkoreksi 0,23% pada pembukaan perdagangan hari ini, ke posisi 6.206,65.

Saham-saham di Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) menyusul pemangkasan perkiraan pendapatan kuartal pertama Apple Inc. dan suramnya rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) terbaru yang  memicu kekhawatiran investor akan perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh secara dramatis sebesar 600,02 poin atau 2,83%, ditutup pada posisi 22.686,49 poin. Indeks S&P 500 merosot 62,14 poin atau 2,48%, berakhir di posisi 2.447,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq juga anjlok 202,43 poin atau 3,04%, ditutup di posisi 6.463,50 poin.

(Baca: Optimisme Perekonomian Nasional Dorong IHSG Naik 0,64%)

Saham Apple anjlok mendekati 10 persen pada jam penutupan, membebani Dow Jones Industrial Average yang sedang bertarung melawan penurunan lebih dari 300 poin dan membukukan kerugian satu hari terbesar dalam enam tahun terakhir.

CEO Apple Tim Cook mengumumkan melalui surat kepada investor, Rabu (2/1), revisi perkiraan pendapatan pada kuartal pertama tahun fiskal 2019 menjadi US$ 84 miliar. Angka tersebut turun tajam dari proyeksi sebelumnya di kisaran US$ 89 miliar - US$ 93 miliar, yang merupakan pemangkasan proyeksi pendapatan bisnis pertama dalam 15 tahun terakhir.

Cook menyebutkan, revisi kebawah proyeksi pendapatan Apple disebabkan turunnya penjualan di iPhone, Mac dan iPad, tutupnya toko-toko ritel dan mitra-mitra penyalur di Tiongkok.

Di sisi ekonomi, data suram terkait ekonomi AS memicu kegelisahan investor atas surutnya kegiatan ekonomi di tahun baru. Indeks manufaktur ISM turun menjadi 54,1 pada Desember, level terendah sejak November 2016, yang lebih lemah dari ekspektasi pasar dan turun dari 59,3 pada November, menurut laporan terbaru.

Indeks, yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM), secara luas dianggap sebagai indikator untuk laju ekspansi kegiatan ekonomi di sektor manufaktur.

Pasar tenaga kerja AS juga tetap tertatih-tatih dengan meningkatnya klaim pengangguran mingguan dan gaji (payrolls) swasta. Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran mencapai 231.000 orang menurut data Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis (3/1).

Selain IHSG, mayoritas bursa Asia juga dibuka pada zona merah di antaranya indeks Nikkei anjlok 1,8%, indeks Shanghai turun 0,74%, indeks Hang Seng turun 0,47%, indeks Strait Times turun 0,63%, dan indeks Kospi turun tipis 0,07%.

(Baca: Empat Tahun Berturut, IHSG Selalu Koreksi di Tahun Baru)

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha