Batalkan Penyampaian Visi-Misi, PKS Sebut KPU Terkesan Partisan

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Hari Widowati

7/1/2019, 19.02 WIB

Hal ini menunjukkan KPU tidak serius mendorong edukasi politik kepada masyarakat dan menimbulkan kegaduhan akibat munculnya berbagai spekulasi.

KPU
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

 

Partai Keadilan Sejahtera (PKS), salah satu partai anggota Koalisi Indonesia Adil Makmur, menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) partisan lantaran membatalkan penyampaian visi-misi secara langsung oleh pasangan calon. Hal ini menunjukkan KPU tidak serius mendorong edukasi politik kepada masyarakat dan menimbulkan kegaduhan akibat munculnya berbagai spekulasi.

Politisi PKS Nasir Djamil mengatakan, keputusan KPU seakan menyepakati keinginan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang enggan mengadakan penyampaian visi-misi oleh pasangan calon (paslon). Padahal, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan agar hal tersebut tetap diselenggarakan.

"Seolah ada kesan KPU sekarang kok partisan. Tentu kita bisa sepakat dan tidak sepakat dengan pandangan tadi, kalau kami lihat memang seperti itu," kata Nasir di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Senin (7/1).

Keputusan KPU membatalkan penyampaian visi-misi dari paslon Pilpres 2019 berseberangan dengan tujuan pembentukan KPU. Nasir menilai, KPU seharusnya dapat mewujudkan Pemilu yang berintegritas. "Filosofi berintegritas itu bagaimana pemilu menampilkan integritas dari kandidat dan visi-misi," kata Nasir.

Lebih lanjut, ia menilai KPU tidak serius mendorong edukasi politik kepada publik dengan membatalkan penyampaian visi-misi dari paslon. Selain itu, keputusan KPU itu juga mendorong spekulasi yang membuat kegaduhan.

Nasir menyarankan KPU ke depannya dapat memahami hal-hal filosofis terkait penyelenggaraan Pemilu. KPU tak boleh hanya berpaku pada hal-hal teknis semata. "Jangan sampai KPU membantu masyarakat tersesat, yang harus dipahami filosofi Undang-undang Pemilu," kata Nasir.

KPU sebelumnya membatalkan wacana penyampaian visi-misi langsung dari pasangan calon. Keputusan itu diambil lantaran tidak ada kesepakatan dari kubu Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandiaga terkait penyampaian visi-misi.

(Baca: Timses Jokowi-Ma'ruf: Wacana Kisi-kisi Debat Diusulkan Kubu Prabowo)

Sudah Ada dalam Debat

Kubu Jokowi-Ma'ruf menilai tak perlu ada penyampaian visi-misi oleh pasangan calon karena sudah difasilitasi dalam debat. Adanya agenda tersendiri mengenai penyampaian visi-misi oleh para pasangan calon merupakan hal mubazir.

Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga, mengungkapkan kubu Prabowo-Sandiaga sebenarnya tak menginginkan adanya debat Pilpres 2019. Itu sebabnya kubu Prabowo-Sandiaga hanya mau KPU memfasilitasi penyampaian visi-misi dari para pasangan calon saja.

Dengan usulan penyampaian visi-misi saja, Arya menilai, kubu Prabowo-Sandiaga menginginkan komunikasi satu arah kepada publik. Usulan tersebut kemudian ditolak oleh TKN Jokowi-Ma'ruf.

Penyampaian visi-misi dinilai akan menimbulkan pengulangan. Sebab, visi-misi juga akan disampaikan dalam setiap debat Pilpres 2019. Jika penyampaian visi-misi dilakukan dalam satu agenda sendiri, hal tersebut tidak efektif dan efisien. Karenanya, Arya menyarankan penyampaian visi-misi tak lagi dilakukan oleh para pasangan calon.

(Baca: Jubir Timses Jokowi: Prabowo-Sandiaga Tak Ingin Ada Debat Pilpres)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha