Berlaku Sistem Baru, Waktu Tunggu Barang di Pelabuhan Tambah Cepat

Penulis: Rizky Alika

Editor: Martha Ruth Thertina

7/1/2019, 16.35 WIB

"Sekarang kapal belum datang, clearance sudah selesai. Artinya importir sudah bisa pegang surat keluar dari pelabuhan," kata Direktur Teknis Bea Cukai.

Pelabuhan ekspor
Katadata

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai telah menerapkan secara menyeluruh sistem manifest generasi III. Dengan sistem ini, waktu tunggu barang di pelabuhan atau bandara (dwelling time) semakin cepat.

"Sekarang kapal belum datang, clearance sudah selesai. Artinya importir sudah bisa pegang surat keluar dari pelabuhan," kata Direktur Teknis Kepabeanan Ditjen Bea dan Cukai Fajar Doni di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/1).

Pada sistem manifest generasi sebelumnya, pengajuan manifest baru dilakukan sebelum pembongkaran. Selain itu, layanan manifest masih dilakukan secara manual.

(Baca: Pelabuhan Kuala Tanjung Ditargetkan Layani Ekspor 100 Ribu Teus)

Sistem manifest generasi III mengusung prinsip Advance Manifest System 24 jam sebelum kedatangan untuk sarana pengangkut laut sehingga customs clearance bisa dilakukan lebih cepat. Selain itu, penambahan non-vessel operating common carrier (NVOCC) dan penyelenggara pos agar pengajuan manifest dapat lebih cepat oleh masing-masing penerbit dokumen.

Kemudian, prinsip manajemen risiko perubahan manifest dapat dilakukan secara online dan tidak semua perubahan wajib persetujuan Kepala Kantor, pencantuman Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta otomasi penutupan pos manifest.

Adapun sistem manifest generasi III telah memberikan beberapa dampak positif, di antaranya penurunan dwelling time. Berdasarkan data di Pelabuhan Tanjung Priok, terjadi penurunan waktu pre-clearance sebesar 0,81 hari atau 19,69%.

(Baca: Menteri Susi: Efisiensi Logistik Dorong Kenaikan Ekspor Produk Ikan)

Kemudian, percepatan proses clearance di Bandara. Sistem manifest gerenasi III menghilangkan proses perincian pos manifest yang selama ini mencapai 11.500 proses per bulan. Efeknya, proses clearance berkurang 2- 8 jam atau sebesar 20% sampai dengan 80 % dari sebelumnya. Biaya dan beban administrasi juga berkurang.

Sistem ini diterapkan secara bertahap mulai 28 Desember 2017. Hingga Agustus 2018, sistem ini telah diterapkan secara bertahap pada 12 Kantor Pabean utama di seluruh Indonesia yang meliputi 6 pelabuhan dan 7 bandara utama yang mewakili Iebih dari 80% volume impor dan ekspor nasional.

Sementara itu, per 26 September 2018, sistem ini telah diberlakukan di seluruh pelabuhan dan bandara internasional yang diawasi oleh 104 Kantor Pabean di seluruh Indonesia.

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan bahwa manifest generasi III merupakan versi paling mutakhir yang mengedepankan prinsip otomasi dan simplifikasi. "Ini sejalan dengan agenda program reformasi Kepabeanan dan Cukai dalam rangka membangun smart customs and excise system untuk menciptakan proses bisnis yang mudah, murah, cepat, transparan, efektif dan efisien," ujarnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha