Efek Positif Wall Street, IHSG dan Semua Bursa Saham Asia Dibuka Naik

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

7/1/2019, 10.36 WIB

Wall Street naik signifikan pada penutupan Jumat pekan lalu. Perkembangan perang dagang AS-Tiongkok juga akan menjadi penggerak indeks pada pekan ini.

BEI
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Bursa Efek Indonesia mengadakan konferensi pers mengenai Pengumuman Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan (27/12). Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan dirinya optimis dengan pergantian tahun ini, meski tahun depan memasuki tahun politik. Justru tantangan terbesar datang dari faktor eksternal yang tak bisa dihindari.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini, Senin (7/1) dibuka langsung melesat menembus level 6.300, tepatnya 6.320,12 atau naik 0,73% dari penutupan perdagangan pada Jumat (4/1) yang ditutup di level 6.274,5. Hingga berita ini dibuat, IHSG bahkan sempat naik ke posisi 6.354,76 atau naik 1,28%, walau pada pukul 10.00 IHSG kembali turun ke level 6.320,25.

Tidak hanya IHSG, seluruh bursa di Asia juga mengawali hari ini dengan dibuka di zona hijau. Indeks Nikkei 225 yang sejauh ini melesat naik 2,82%, PSEi Filipina naik 1,64%, Strait Times Index yang naik 1,37%,  KOSPI Korea naik 1,35%, Hang Seng Index terangkat 1,1%, Shanghai Composite Index naik 0,67%, dan KLCI Malaysia naik 0,66%.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto memperkirakan IHSG pada perdagangan minggu ini akan menguat hingga ke level 6.360, sedangkan level support IHSG minggu depan berada pada level 6.180 meski dia memperkirakan IHSG akan berada level yang tinggi. Sentimen yang akan memengaruhi laju IHSG minggu ini menuruntya berasal dari luar negeri.

(Baca: IHSG Catatkan Kinerja Positif di Pekan Pertama 2019)

Sentimen yang memengaruhi laju IHSG yang dimaksud oleh William adalah pertemuan AS-Tiongkok tentang perdamaian dari perang dagang. "Memang sebenarnya sudah dikabarkan dari Desember, cuma bulan ini penerapannya. Jadi, di bulan ini sentimennya baru mulai," kata William.

Kinerja Wall Street yang pada penutupan perdagangan Jumat (4/1) kemarin ditutup dengan kenaikan yang signifikan turut mendongkrak kinerja bursa di Asia. Dow Jones Industrial Index Jumat kemarin ditutup melesat naik 3,29%, sementara S&P 500 naik 3,43%, dan Nasdaq Composite Index meroket 4,26%.

Kenaikan signifikan bursa Amerika Serikat (AS) salah satunya didorong oleh optimisme investor yang meningkat setelah Gubernur Bank Sentral AS (the Fed) Jerome Powell menyatakan bahwa the Fed siap mengubah arah kebijakannya secara signifikan dengan terus memantau perkembangan perekonomian. "Kami selalu siap mengubah arah kebijakan," kata POwell seperti dikutip oleh Reuters.

Di sisi lain, data pengangguran AS menunjukkan perkembangan yang sangat positif dan jauh di atas ekspektasi pasar. Sepanjang Desember 2018, perekonomian AS menambah sekitar 312.000 lapangan pekerjaan baru yang merupakan rekor penciptaan lapangan kerja baru tertinggi selama tiga tahun terakhir, menurut data biro statistik tenaga kerja AS atau Bureau of Labour Statistics (BLS).

Kendati demikian, tingkat pengangguran di AS naik menjadi 3,9%, namun kenaikan tingkat pengangguran dianggap sebagai sinyal positif perekonomian. Menurut data BLS, sekitar 419.000 angkatan kerja baru masuk ke pasar yang menunjukkan kondisi pasar lapangan pekerjaan di AS saat ini tengah dalam kondisi yang sangat baik. Padahal pertumbuhan ekonomi AS dinilai tengah mengalami perlambatan, bahkan terindikasi resesi berdasarkan data-data ekonomi terbaru.

(Baca: Katadata Market Index: IHSG Januari Diperkirakan Masih Bearish)

Hingga berita ini ditulis, secara kinerja, indeks sektoral melaju positif di mana kenaikan laju indeks sektoral dipimpin oleh sektor konsumer, lalu didikuti oleh sektor properti dan finansial yang juga mengalami kenaikan. Sektor konsumer naik 1,64%, sedangkan sektor properti dan finansial sejauh ini masing-masing naik 1,27% dan 1,26%.

Selain itu, volume perdagangan hingga berita ini ditulis tercatat sebanyak 2,79 miliar unit saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,05 triliun. Ada 230 saham yang berada di zona hijau, namun ada 83 saham yang terkoreksi sejauh ini, sedangkan 140 saham lainnya stagnan. Investor asing terus masuk ke Indonesia dengan pembelian bersih sementara ini mencapai Rp 145,66 miliar.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha