Gandeng Mitra Lokal, Patra Jasa Ekspansi Bisnis ke Arab Saudi

Penulis: Ekarina

7/1/2019, 14.15 WIB

Patra Jasa dan kedua mitranya di Arab Saudi sepakat membentuk usaha patungan dalam bisnis pengelolaan dan penyewaan (leasing) hotel di Mekkah.

Gedung Pertamina, di Kawasan Gambir, Jakarta. Patra Jasa, anak usaha Pertamina ekspansi bisnis pengelolaan perhotelan di Arab Saudi dengan menggandeng
Arief Kamaludin|Katadata
Gedung Pertamina, di Kawasan Gambir, Jakarta, Senin, (16/03)

PT Patra Jasa, anak perusahaan PT Pertamina siap mengembangkan bisnis perhotelan ke Arab Saudi. Hal ini diperkuat dengan disahkannya perjanjian joint venture agreement (JVA) , antara perseroan dengan perusahaan asal Arab Saudi Marei Bin Mahfouz Group & Co (MBM) dan ELMAQ.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri, Senin (7/1),  semua pihak  menyatakan sepakat untuk membentuk usaha patungan (joint venture) dalam pengelolaan dan penyewaan (leasing) hotel di Mekah. Adapun ke depan, ekspansi bisnis dan pengelolaan hotel juga rencananya akan diperluas ke Madinah dan Indonesia.

(Baca: Sinergi Hotel BUMN, Menteri Rini Resmikan Hotel Indonesia Group)

Patra Jasa melihat potensi bisnis di bidang perhotelan di Arab Saudi cukup menjanjikan seiring dengan minat masyarakat Indonesia maupun masyarakat dari seluruh dunia untuk menunaikan Ibadah Haji dan Umrah ke Tanah Suci Mekkah dan berziarah ke Madinah terus meningkat.

Berdasarkan data General Authority for Statistic Kingdom of Arab Saudi, sejak  2015 hingga 2018, jumlah jamaah haji meningkat rata-rata sebesar 7% dan peningkatan jamaah umrah pada 2017 sebesar 15%.

MBM Group saat ini mempunyai 15 hotel di Mekah yang sudah beroperasi, serta tiga hotel yang masih dalam tahap pembangunan,  yang mana empat diantaranya adalah hotel bintang empat, dan 14 hotel lainnya berbintang tiga.

"Bagi PT Pertamina kerja sama ini bukan sekadar kerja sama bisnis, tetapi juga upaya mempererat hubungan kedua negara," ujar CEO Pertamina Nicke Widyawati dalam sambutannya.

(Baca: Belasan BUMN Kembangkan Pariwisata Daerah)

Menurutnya, hubungan Indonesia dan Arab Saudi telah dimulai sejak masa Pemerintahan Presiden Soekarno. Hubungan tersebut semakin diperkokoh pada awal Maret 2017 dengan kunjungan bersejarah Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia yang diikuti dengan penandatangan 11 nota kesepahaman oleh kedua negara.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha