Ingin Kuasai Segmen Komersil, Bank Mandiri Bentuk Direktorat Baru

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

7/1/2019, 19.20 WIB

Bank Mandiri berambisi menguasai market share perbankan komersial, mengikuti capaiannya di segmen korporasi yang market share-nya terbesar di Indonesia.

bank mandiri
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berkomitmen untuk lebih mengembangkan bisnis di segmen komersial mulai tahun ini. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan dibentuknya direktorat komersial banking untuk menangani nasabah-nasabah menengah yang cukup besar di segmen ini, namun belum sebesar nasabah korporasi.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Mandiri yang diselenggarakan di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, hari ini, Senin (7/1), Riduan diangkat sebagai direktur komersial banking. Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, nasabah di segmen komersial Bank Mandiri banyak yang sudah tumbuh cukup besar. Namun mereka belum sebesar nasabah korporasi. Sebelumnya, komersial banking berada di bawah direktur korporasi.

"Sengaja kami bentuk khusus direktoratnya karena kami ingin market share kami di segmen komersial dominan seperti segmen korporasi. Dengan adanya direktur yang fokus khusus segmen ini supaya bisnisnya lebih terpola dan kualitas kredit bisa kami jaga dengan baik," jelas Tiko, sapaan akrab Kartiko.

(Baca: Gandeng E-Commerce, Bank Mandiri Salurkan Kredit Digital Awal 2019)

Menurut Kartiko, market share Bank Mandiri di segmen korporasi saat ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Dengan dibentuknya direktorat baru ini, Bank Mandiri berharap bisnis segmen komersial dapat mengikuti capaian segmen korporasi yang market sharenya terbesar di Indonesia.

Segmen komersial banking merupakan salah satu bisnis yang cukup penting untuk Bank Mandiri. Selama tiga tahun terakhir, Bank Mandiri telah melakukan restrukturisasi yang menyeluruh di segmen ini. Apalagi sekitar 20% dari total kredit Bank Mandiri merupakan sumbangan dari segmen komersial banking.

Adapun, Riduan merupakan pegawai yang sudah lama mengabdi di Bank Mandiri dan menekuni segmen kredit komersial. Pada 2013-2016, dia pernah menjabat sebagai direktur keuangan di Asuransi Kesehatan (Askes) yang saat ini menjadi BPJS Kesehatan. "Pada 2016 kembali (ke Bank Mandiri) menjadi regional CEO untuk wilayah Sumatera Selatan, Palembang, dan sekitarnya. Terkahir SPV di segmen menengah," kata Tiko.

Dengan demikian, susunan direksi Bank Mandiri menjadi sebagai berikut:
- Direktur Utama: Kartika Wirjoatmodjo,
- Wakil Direktur Utama: Sulaiman Arif Arianto,
- Direktur Corporate Banking: Royke Tumilaar,
- Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan: Hary Gunardi,
- Direktur Manajemen Risiko: Ahmad Siddik Badruddin,
- Direktur Teknologi Informasi dan Operasi: Rico Usthavia Frans,
- Direktur Treasury dan International Banking: Darmawan Junaidi,
- Direktur Hubungan Kelembagaan: Alexandra Askandar,
- Direktur Kepatuhan: Agus Dwi Handaya,
- Direktur Keuangan: Panji Irawan,
- Direktur Retail Banking: Donsuwan Simatupang,
- Direktur Cormmercial Banking: Riduan.

(Baca: Dua Bank BUMN Punya Strategi Mengatasi Ketatnya Likuiditas)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha