Jubir Timses Jokowi: Prabowo-Sandiaga Tak Ingin Ada Debat Pilpres

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Hari Widowati

7/1/2019, 15.34 WIB

Kubu Prabowo-Sandiaga hanya mau KPU memfasilitasi penyampaian visi-misi dari para pasangan calon saja.

Prabowo Debat Capres
Arief Kamaludin | Katadata
Prabowo Subianto dalam debat capres 2014

Aksi saling tuding antara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait pelaksanaan debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) masih berlanjut. Setelah BPN menuduh Jokowi-Ma'ruf enggan menyampaikan visi-misi, giliran Timses Jokowi-Ma'ruf menyebut kubu Prabowo-Sandi tidak menginginkan adanya debat dalam Pilpres 2019.

Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga, mengungkapkan kubu Prabowo-Sandiaga sebenarnya tak menginginkan adanya debat Pilpres 2019. Menurutnya, kubu Prabowo-Sandiaga hanya mau KPU memfasilitasi penyampaian visi-misi dari para pasangan calon saja.

Hal itu disampaikan BPN Prabowo-Sandiaga dalam pertemuan tertutup yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Mereka minta tidak ada debat, yang ada hanya penyampaian visi-misi," kata Arya di Posko Cemara, Jakarta, Senin (7/1).

Arya menilai, usulan BPN Prabowo-Sandiaga itu menandakan bahwa kubu Prabowo-Sandiaga takut menghadapi pendalaman visi-misi secara dua arah melalui debat. Pasalnya, pemahaman paslon terhadap isu-isu yang menjadi pertanyaan publik akan terlihat dalam debat Pilpres 2019.

Dengan usulan penyampaian visi-misi saja, Arya menilai, kubu Prabowo-Sandiaga menginginkan komunikasi satu arah kepada publik. Usulan tersebut kemudian ditolak oleh TKN Jokowi-Ma'ruf.

Penyampaian visi-misi dinilai akan menimbulkan pengulangan. Sebab, visi-misi juga akan disampaikan dalam setiap debat Pilpres 2019.

(Baca: Timses Jokowi-Ma'ruf: Wacana Kisi-kisi Debat Diusulkan Kubu Prabowo)

Jika penyampaian visi-misi dilakukan dalam satu agenda sendiri, hal tersebut tidak efektif dan efisien. Karenanya, Arya menyarankan penyampaian visi-misi tak lagi dilakukan oleh para pasangan calon.

"Kami minta supaya enggak redundant, toh sudah ada di debat untuk penyampaian visi-misi. Ngapain lagi capres bikin? Cukup timses saja," kata Arya.

Hanya saja, kubu Prabowo-Sandiaga justru memelintir isu tersebut dengan mengatakan bahwa Jokowi-Ma'ruf takut menyampaikan visi-misi. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono. Menurut Ferry, Jokowi-Ma'ruf menolak menyampaikan visi-misi karena takut kalah.

Arya pun membantah pernyataan Ferry yang menyebutkan Jokowi-Ma'ruf takut menyampaikan visi-misi. Menurutnya, penyampaian visi-misi lebih mudah dilakukan oleh para pasangan calon ketimbang debat. "Visi-misi kecil, hanya satu arah. Kami mau perdebatan itu ada pendalaman. Ada pertanyaan dari masing-masing pihak," kata Arya.

(Baca: Tim Jokowi & Prabowo Sepakat Visi-Misi Disampaikan Langsung Dua Capres)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha