Belum Sepakat, Pertamina Talangi Dulu Biaya Sewa Kapal Minyak Sawit

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

9/1/2019, 18.41 WIB

Biaya itu nantinya akan dibayar badan usaha BBN dan diganti Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit.

Kapal Pengangkut Minyak Mahakam
Pertamina
ilustrasi.

PT Pertamina (Persero) mulai mengoperasikan unit kapal tangki terapung atau floating storage untuk menyimpan minyak sawit (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) dari badan usaha Bahan Bakar Nabati (BBN) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Namun, biaya sewanya masih ditanggung Pertamina karena tarif sewa belum sepakat dengan badan usaha BBN.

Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur Pertamina Gandhi Sriwidodo mengatakan pada prinsipnya badan usaha BBN sepakat membayar biaya sewa tersebut. Akan tetapi, besaran biayanya belum sepakat. Alhasil, kini mereka masih berdiskusi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit
terkait besaran tarif sewa tangki tersebut.

Adapun, kapasitas tangki di Balikpapan itu mencapai 2x35 ribu Kilo Liter (KL). "Pada dasarnya mereka setuju pakai skema masing masing badan usaha BBN, yang jelas bukan dibiayai Pertamina. Kami kan ditarget pemerintah, jadi jalan dulu saja, nanti tinggal dibebankan," kata Gandhi di Jakarta, Rabu (9/1).

Menurut Gandhi biaya tersebut tidak akan memberatkan badan usaha. Ini karena biaya itu akan ditalangi BPDP Kelapa Sawit.

Sementara untuk rencana pengadaan kapal untuk tangki terapung di Tuban Jawa Timur gagal diterapkan lantaran terkendala otoritas perairan. "Jadi, titiknya 30. Ada tambahan lima titik," ujar Gandhi.

(Baca: Lima Masalah Penerapan Biodiesel)

Mengacu Keputusan Menteri Nomor 2018 Tahun 2018 tentang pengadaan bahan bakar minyak nabati jenis biodiesel untuk pencampuran jenis bahan bakar minyak untuk periode Januari-Desember 2019, Pertamina mendapat jatah alokasi FAME dari 19 badan usaha sebesar 5,3 juta kiloliter (KL). Alokasi ini sudah menggabungkan program yang subsidi atau (Public Service Obligation/PSO) dan non-PSO pada 2019.

Alokasi FAME tahun ini meningkat dibandingkan dengan alokasi FAME tahun lalu yang mencapai 2,3 juta KL. Menurut Gandhi kontrak dengan badan usaha sudah dilakukan Pertamina untuk alokasi FAME tahun ini.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha