Investor Eropa Masuk Sektor Kapas, BKPM Harap Bawa Teknologi Baru

Penulis: Muchamad Nafi

9/1/2019, 11.33 WIB

Teknologi teranyar di sektor kapas bisa diaplikasikan sejalan dengan program pemerintah melalui industri 4.0.

BKPM
KATADATA | Arief Kamaludin

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyambut baik rencana masuknya sejumlah investor asing di sektor kapas kosmetik. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Farah Ratnadewi Indriani mengatakan datangnya investor dari Eropa itu memberikan sinyal investasi di Indonesia terus meningkat.

Para pemodal luar menilai penduduk Indonesia yang lebih dari 250 juta jiwa merupakan pasar besar bagi berbagai produk industri. Apalagi 60 persen dari mereka berusia produktif, demografi yang menjadi salah satu alasan utama investor.

(Baca: Revisi Daftar Negatif Investasi untuk Perbaiki Neraca Pembayaran)

Investasi dari Eropa juga akan memberikan keuntungan bagi sektor industri dalam negeri. “Biasanya, mereka membawa teknologi yang termutakhir dan bisa diaplikasikan di dalam negeri dan tentu ini sejalan dengan program pemerintah melalui industri 4.0,” kata Farah Ratnadewi di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Selain pasar dalam negeri, nilai pasar produk kosmetik global diperkirakan mencapai US$ 805,61 miliar pada 2023 atau mencatatkan CAGR 7,14 persen selama 2018-2023. Data yang dilansir oleh Orbis Research bertajuk “Global Cosmetics Products Market-Analysis of Growth, Trends and Forecasts (2018-2023)” menyebutkan bahwa yang termasuk dalam produk ini adalah kosmetik dan perawatan kulit termasuk kapas kesehatan.

Lapororan tersebut mengungkapkan bahwa industri kosmetik atau produk kecantikan, secara global, adalah salah satu sektor yang tahan banting, meskipun pertumbuhan ekonomi dunia melambat. Hal ini disebabkan oleh penggunaan produk yang terus-menerus dan meningkat oleh wanita dan semakin meningkat di kalangan pria.

(Baca: Investasi Turun, Bappenas Sebut Ada Masalah Perizinan & Faktor Pemilu)

Faktor lain yang membuat sektor ini memiliki daya tahan dan tren pertumbuhan positif adalah penurunan tingkat kesuburan dan kematian yang membuat peningkatan populasi yang menua. Kaum perempuan dan pria makin menyadari pentingnya mempertahankan penampilan. Hal itu membuat permintaan dan konsumsi terhadap produk perawatan kecantikan tumbuh semakin positif dan kuat, sekaligus mendorong pertumbuhan industri produk kecantikan.

Sebagai gambaran, pada 2050, penduduk yang berusia di atas 60 tahun diperkirakan mencapai 2,09 miliar. Harapan hidup wanita diduga meningkat dari 82,8 tahun pada 2005 menjadi 86,3 tahun pada 2050. Sedangkan pada periode yang sama, harapan hidup pria adalah 78,4-83,6 tahun.

Salah satu produsen yang menjajaki sektor ini adalah PT Cottonindo Ariesta Tbk, salah satu produsen kapas kecantikan besar dunia. Perusahaan ini diuntungkan dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah di Indonesia.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha