A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mysqli::real_connect(): MySQL server has gone away

Filename: mysqli/mysqli_driver.php

Line Number: 201

Backtrace:

File: /mnt/data_production/katadata_v2/apps/frontend_2/third_party/MX/Loader.php
Line: 109
Function: DB

File: /mnt/data_production/katadata_v2/apps/frontend_2/third_party/MX/Loader.php
Line: 65
Function: initialize

File: /mnt/data_production/katadata_v2/apps/frontend_2/modules/content/controllers/Content.php
Line: 11
Function: __construct

File: /mnt/data_production/katadata_v2/index.php
Line: 315
Function: require_once

Ketua KPU: Serangan ke KPU Menyasar Institusi dan Personal | Katadata News

Ketua KPU: Serangan ke KPU Menyasar Institusi dan Personal

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Hari Widowati

9/1/2019, 18.40 WIB

Serangan berupa kabar bohong (hoaks) tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendelegitimasi KPU.

Ketua KPU Arief Budiman
Antara
Ketua KPU Arief Budiman dalam sebuah diskusi di Gedung KPU.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluhkan adanya serangan terhadap penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) yang bukan hanya mengarah pada institusi tetapi juga personal. Serangan berupa kabar bohong (hoaks) tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendelegitimasi KPU.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, kabar bohong yang menyerangnya menyebutkan ia dibekingi taipan hingga dianggap aneh karena dianggap bisa menjadi Ketua KPU dengan suara paling kecil di DPR. "Menurut kami ini keterlaluan dan berlebihan, merusak KPU dan Pemilu," kata Arief dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR RI, di Jakarta, Rabu (9/1).

Oleh sebab itu, KPU mengambil sikap dengan melaporkan kejadian penyebaran kabar bohong kepada Kepolisian RI (Polri). Salah satunya soal surat suara tujuh kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok yang disebut sudah tercoblos untuk salah satu pasangan calon. Polisi telah menangkap terduga pelaku pembuat dan penyebar kabar bohong tersebut.

Namun dia memastikan KPU hanya melaporkan kejadian, bukan orang per orang. "Kami percayakan kepada penegak hukum," kata dia.

Arief mengatakan, pelaku penyebar kabar bohong tersebut harus dihukum sesuai ketentuan yang ada. Dia juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik KPU, peserta Pemilu, hingga masyarakat. "Mudah-mudahan bisa beri pelajaran positif," katanya usai rapat sesi pertama.

(Baca: Jokowi Minta Polisi Tindak Tegas Pihak yang Ingin Delegitimasi Pemilu)

Menurut Arief, serangan terhadap institusi maupun serangan personal kepada pimpinan KPU merupakan bagian dari usaha untuk mendelegitimasi keberadaan KPU selaku penyelenggara Pemilu. Padahal, KPU tidak melakukan hal yang buruk namun terus dihebohkan informasi bohong. "Kalau kami dikatakan seolah melakukan sesuatu hal buruk, itu upaya delegitimasi," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya telah meminta aparat Kepolisian menindak tegas pihak-pihak yang ingin mendelegitimasi posisi KPU. Tidak ada pihak yang boleh melemahkan KPU sebagai penyelenggara Pemilu. Pelemahan terhadap kinerja KPU tak boleh dibiarkan.

Alasannya, KPU berperan penting untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu, baik Pilkada, Pileg, maupun Pilpres. "Kalau ada orang-orang, ada pihak-pihak yang ingin melemahkan, mendelegitimasi, itu saya sampaikan ke Kapolri juga agar tegas," kata Jokowi.

(Baca: Moeldoko Kecam Pihak yang Berupaya Giring Masyarakat Tak Percayai KPU)

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha