Menkes: 256 Puskesmas Dibangun di Daerah Pelosok Sepanjang 2018

Penulis: Martha Ruth Thertina

10/1/2019, 19.04 WIB

Kementerian Kesehatan juga melaporkan pemerintah telah merampungkan pembangunan 61 dari target 64 rumah sakit sepanjang 2014-2019.

Puskesmas
Agung Samosir | Katadata

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan pemerintah membangun 256 Puskesmas di daerah tertinggal dan perbatasan Indonesia sepanjang 2018. Penambahan tersebut lebih dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Tahun 2017 kami bangun dari DAK (Dana Alokasi Khusus) sebanyak 110 Puskesmas di perbatasan. Di 2018, 256 pembangunan Puskesmas (di daerah tertinggal dan perbatasan)," kata Nila dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (10/1).

Menurut dia, alokasi dana untuk pembangunan Puskesmas yang dianggarkan dalam DAK bukan hanya untuk fisik bangunan, tapi juga peralatan kesehatan, rumah dinas, dan termasuk sarana transportasi seperti ambulans.

(Baca: BPJS Kesehatan Luruskan Alasan Setop Kerja Sama dengan Rumah Sakit)

Secara rinci, pembangunan 110 Puskesmas pada 2017 dilakukan di 48 kabupaten di daerah perbatasan. Sementara itu, pembangunan 256 Puskesmas pada 2018 dilakukan di 49 kabupaten di daerah tertinggal dan perbatasan.

Tahun ini, pemerintah berencana membangun lagi 279 Puskesmas di daerah tertinggal dan perbatasan. Adapun kebutuhan akan Puskesmas memang besar. 

Sementara untuk pembangunan rumah sakit, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 64 rumah sakit di daerah yang kekurangan atau belum memiliki fasilitas tersebut. Target tersebut untuk tahun 2014-2019.

Progresnya, telah terbangun 61 rumah sakit hingga saat ini. Pembangunan tiga rumah sakit sisanya ditargetkan selesai pada 2019. Tiga tumah sakit tersebut untuk wilayah Ambon (Maluku), Wamena (Papua), dan Kupang (Nusa Tenggara Timur).

(Baca: Rumah Sakit Selama Akreditasi Tetap Harus Layani Pasien BPJS Kesehatan)

"Secara fisik di Ambon direncanakan akhir 2019 beroperasi. Dua lagi pembangunan fisik dikerjakan 2019 untuk Wamena dan Kupang," kata Bambang.Ia menjelaskan, pembangunan Puskesmas dan rumah sakit adalah dalam rangka pemerataan fasilitas kesehatan.

Adapun pemerintah bekerja sama dengan Badan penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit swasta. Rumah sakit swasta diberikan waktu hingga Juni 2019 untuk memenuhi syarat akreditasi agar bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha