Target Lifting Minyak Blok Rokan Tahun Ini Turun, Mahakam Naik

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

10/1/2019, 18.29 WIB

Target lifting minyak Blok Rokan turun karena kondisi lapangan yang tua.

Ambil Alih Lapangan Migas Blok Mahakam
Arief Kamaludin|KATADATA
Di 2018, SKK Migas menargetkan produksi minyak blok Mahakam sebesar 42,01 ribu bph, dan target produksi gas sebesar 916 mmscfd. Kedua target ini lebih rendah dari produksi minyak dan gas 2017. Pekerja beraktifitas di Lapangan Senipah, Peciko dan South Mahakam (SPS), Kutai Kartanegara, Rabu (27/12/2017).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat target produksi siap jual (lifting) minyak enam kontraktor tahun ini akan lebih rendah dari realisasi 2018. Mereka adalah  PT Chevron Pasific Indonesia, Petronas Carigali (Ketapang) Ltd, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, BOB PT Bumi Siak Pusako- Pertamina Hulu, PT Medco E&P Rimau, ConocoPhilips (Grissik) Ltd.

Lifting Chevron di Blok Rokan tahun ini sesuai Rencana Program dan Anggaran (WP&B) hanya 190 ribu barel per hari (bph). Target itu turun 9,2% dibandingkan realisasi tahun 2018 yang mencapai 209.478 bph.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan penyebab lifting minyak Blok Rokan turun karena tergolong tua. "Lapangan sudah mature," kata dia di Jakarta, Kamis (10/1).

Sedangkan, target lifting untuk Petronas di Blok Ketapang hanya  11.730 bph atau turun dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 15.029 bph. Lalu, Pertamina Hulu Kalimantan Timur di Blok East Kalimantan dengan target 11.248 bph, meskipun tahun lalu bisa 13.539 bph.

Adapun, target lifting minyak Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu di Blok CPP tahun ini sebesar 9.773 bph, turun dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 10.292 bph. PT Medco E&P Rimau menargetkan lifting Blok Rimau tahun ini sebesar 7.003 bph, turun dari tahun lalu 8.234 bph. ConocoPhilips di Blok Corridor target lifting tahun ini hanya 6.188 bph, turun dari tahun lalu sebesar 6.957 bph.

Di sisi lain, ada beberapa kontraktor migas yang target lifting-nya lebih tinggi dari realisasi tahun lalu. Salah satunya adalah ExxonMobil Cepu Ltd di Blok Cepu yang ditargetkan bisa mencapai 216 ribu bph atau naik 3,8% dari realisasi tahun lalu 208.732 bph.

Target lifting Pertamina EP juga meningkat tahun ini yakni 85 ribu bph, padahal tahun lalu realisasinya hanya 79.380 bph. Lifting minyak Pertamina Hulu Mahakam tahun ini ditargetkan 50 ribu bph. Ini meningkat dari realisasi lifting minyak perushaaan itu tahun lalu 42.331 bph.

(Baca: Meski Lifting Blok Mahakam Turun, Arcandra Sebut Lebihi Prediksi Total)

Target lifting Blok Mahakam tahun ini juga disoroti oleh Anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian. "Itu realistis gak? sehingga asumsi 2019 untuk migas itu bisa direalisasikan," kata dia.

Menjawab hal itu, General Manager PHM John Anis mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target lifting di Blok Mahakam. Di antaranya dengan mengebor 118 sumur pengembangan seperti yang sudah tertera dalam WP&B PHM tahun ini. "Kami harap ada hasil positif," kata dia.

Selain itu beberapa KKKS utama lainnya yang target lifting-nya meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu. Mereka yakni Pertamina Hulu Energi Oses, PHE ONWJ, Medco E&P Natuna, Pertamina Hulu Sanga-Sanga.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha