Prabowo-Sandi Buka Markas di Solo, PDIP Tak Terprovokasi

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Hari Widowati

11/1/2019, 21.24 WIB

Lokasi markas BPN Prabowo-Sandiaga itu hanya berjarak 50 meter dari Posko Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banjarsari.

 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno
ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Seorang partisipan membentangkan baliho pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saat peresmian rumah pemenangan di Surabaya, Jawa TImur, Senin (22/10/2018).\

Persaingan tim sukses kedua pasangan calon dalam Pilpres 2019 untuk memperebutkan kantong-kantong suara yang gemuk semakin memanas. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendirikan salah satu markasnya di dekat kediaman calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah.

Lokasi markas BPN Prabowo-Sandiaga itu pun hanya berjarak 50 meter dari Posko Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banjarsari. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku tak bermasalah dengan kehadiran markas BPN Prabowo-Sandiaga tersebut. PDIP sebagai partai pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin berupaya untuk tidak terprovokasi.

"Berbagai upaya provokasi, termasuk mencoba untuk membuat kantor-kantor pemenangan yang berdekatan, ya tidak apa-apa," kata Hasto di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/1).

Ia memastikan, PDIP tetap bisa bekerja dengan baik meski berbeda pilihan politik. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf akan tetap setia pada jalur dan upaya hukum yang ada.

Cara-cara kampanye yang akan digunakan untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf pun akan tetap demokratis. "Kami bisa menampilkan kontestasi gagasan yang menarik buat rakyat," kata Hasto.

PDIP juga tidak khawatir kehadiran BPN Prabowo-Sandiaga di Solo akan menggerus elektabilitas Jokowi-Ma'ruf. Sebab, berbagai survei menunjukkan jika rentang perolehan suara antara Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandiaga masih cukup besar.

Survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Selasa (8/1) menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,9%. Dengan tingkat keterpilihan ini, keduanya unggul 20,1% dibandingkan penantangnya, di mana elektabilitas Prabowo-Sandiaga 34,8%. "Kalau dari hasil survei kan semua solid, bahkan menunjukkan arah yang makin positif," kata Hasto.

Politisi PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, ia tak khawatir dengan adanya markas BPN Prabowo-Sandiaga di Solo. Justru, hal tersebut akan semakin meningkatkan semangat kader-kader PDIP untuk mempertahankan basis wilayahnya.

Alasannya, tak ada pihak yang ingin basis wilayahnya beralih ke partai lain, termasuk PDIP. "Ya buat kami PDI Perjuangan, banteng-bantengnya jadi bangun dari tidur dan tanduknya keluar," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berdasarkan survei internal saat ini masih berkisar di angka 62%. Angka tersebut dirasa masih cukup aman bagi Jokowi-Ma'ruf.

(Baca: Elektabilitas Jokowi Unggul 20 %, Keterpilihan Prabowo Menanjak)

Pindahkan Markas

Sebelumnya, Sandiaga menyatakan akan memindahkan markas perjuangan BPN Prabowo-Sandiaga dari Jakarta ke Jawa Tengah (Jateng) mulai Januari 2019. Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan perolehan suara pasangan tersebut mengingat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 Prabowo mengalami kekalahan terbesar di Jateng.

Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said mengatakan, pada Pilpres 2014 lalu secara nasional Prabowo kalah delapan juta suara dari Jokowi dan enam juta suara di antaranya didulang Jokowi dari Jateng.

"Jateng merupakan provinsi penting yang harus dimenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga. Kemenangan di Jateng besar pengaruhnya secara nasional," kata Sudirman ketika meresmikan Posko Relawan Prabowo-Sandi di Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Sabtu (8/12).

Dengan perhatian Sandi yang lebih besar di wilayah Jateng, Sudirman optimistis persentase perolehan suara pasangan calon nomor 02 akan lebih besar daripada hasil Pilgub Jateng. "Saya meyakini hasilnya akan lebih baik dari hasil Pilgub karena Sandi akan lebih banyak turun menyapa masyarakat Jateng," kata Sudirman.

(Baca: Sejak Agustus 2018, Sandiaga sudah Kampanye Lebih dari Seribu Titik)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha