Target Investasi Hulu Migas Tahun Ini Meningkat 4,15%

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

11/1/2019, 21.51 WIB

Tahun ini target investasi hulu migas sebesar US$ 14,79 miliar.

skk migas.jpg
www.skkmigas.go.id

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan investasi hulu migas tahun ini sebesar US$ 14,79 miliar atau meningkat dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun lalu sebesar US$ 14,2 miliar. Ini karena ada beberapa proyek yang akan beroperasi.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan ada 13 proyek hulu migas yang akan beroperasi tahun ini. Ini meningkat dari realisasi proyek migas tahun lalu yang hanya enam proyek.

Total  nilai investasi 13 proyek itu mencapai US$ 702 juta. Sedangkan, total tambahan produksi dari 13 proyek itu mencapai 240 ribu barel setara minyak per hari (boepd), yang terdiri dari gas sebesar 1.300 juta kaki kubik perhari (MMscfd) dan minyak sebesar 8.600 bph.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan ada beberapa upaya untuk menarik investasi hulu. Salah satunya adalah menggratiskan akses data migas. “Jadi, seluruh dunia bisa lihat potensi minyak Indonesia, dan investasi hulu migas bisa lebih baik,” ujar dia di Jakarta, Jumat (11/1).

Sementara itu,dari data SKK Migas, sepanjang 2018 capaian investasi hulu migas mencapai US$ 11,99 miliar. Sedangkan menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tahun lalu investasi hulu migas hanya US$ 11,88 miliar dan hilir US$ 0,62 miliar.

Direktur Pembinaan Program Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan investasi tahun lalu tidak mencapai target karena ada kegiatan eksplorasi dan ekspolitasi yang tertunda. Selain itu, faktor harga minyak yang tidak ekonomis. “Awal-awal sempat di sekitar US$ 70 per barel, tapi sekarang turun dan di Desember US$ 51 hingga 54 per barel,” ujar dia.

(Baca: Upaya Mendongkrak Investasi Migas yang Anjlok Tiga Tahun Terakhir)

Cost Recovery Naik, Lifting Turun

Sementara itu, target pengembalian biaya operasi atau cost recovery tahun ini sebesar US$ 10,22 miliar atau meningkat dibandingkan target APBN 2018 sebesar US$ 10,1 miliar. Menurut Dwi, ada beberapa upaya untuk membuat cost recovery tahun ini tidak melebihi target,yakni mendorong sinergi terutama dari pihak KKKS agar bisa melakukan berbagi fasilitas (sharing facilities) seperti angkut pipa atau kapal.

Sementara itu target penerimaan migas tahun ini sebesar US$ 17,51 miliar. Target ini ini meningkat sedikit dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar US$ 17,51 miliar.

Adapun lifting migas tahun ini ditargetkan sebesar 2.025 ribu barel setara minyak per hari (boepd).Lifting minyak dipatok 775 ribu bph atau lebih rendah dari target APBN 2018 sebesar 800 ribu bph.

Sementara gas disepakati sebesar 1.250 juta boepd. Ini meningkat dibandingkan target APBN 2018 sebesar 1.200 juta boepd.

Secara keseluruan lifting migas 2019 lebih tinggi dibandingkan lifting migas pada APBN 2018 sebesar 2.000 ribu boepd. Adapun realisasi lifting migas tahun lalu mencapai 1.917 ribu boepd atau 98% dari target. Terdiri dari gas sebesar 1.139 ribu boepd, dan minyak 778 ribu bph.

 

Reporter: Anggita Rezki Amelia

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha