Target Pengeboran Sumur di Blok Mahakam Meningkat dari Rencana Awal

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

11/1/2019, 15.26 WIB

Sesuai program kerja dan anggaran tahun 2019 yang disetujui SKK Migas, Pertamina mengebor 118 sumur eksplorasi.

Ambil Alih Lapangan Migas Blok Mahakam
Arief Kamaludin|KATADATA
Pekerja sedang beraktifitas pada North Processing Unit (NPU) wilayah kerja Blok Mahakam di Kutai Kartanegara, Minggu (31/12).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah menyetujui program kerja dan anggaran (WP&B)  2019 PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Dalam program ini, pengeboran sumur eksplorasi bertambah menjadi 118 sumur, padahal rencana awal 103 sumur.

Menurut General Manager PHM John Anis, target pengeboran ini juga meningkat dari realisasi tahun lalu sebanyak 63 sumur. Pengeboran tahun ini  menggunakan lima rig. Ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya empat rig yang beroperasi. Adapun pengeboran tersebut sebagai upaya untuk mencapai target produksi dan lifting Migas PHM di Blok Mahakam tahun ini.

Tahun ini, target lifting PHM di Blok Mahakam mencapai 196 ribu boepd untuk gas, dan realisasi tahun lalu 149 ribu boepd. Untuk target lifting minyaknya 50 ribu bph, atau meningkat dari realisasi tahun lalu sebesar 42.331 bph.

John mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target lifting di Blok Mahakam tersebut. "Kami harap ada hasil positif," kata dia di Jakarta,  Kamis (10/1).

Vice President Authorization Coordination, Communication and External Affairs PT Pertamina Hulu Mahakam Agus Suprijanto mengatakan selain pengeboran sumur pengembangan,  akan ada perawatan 6.500 dan pengerjaan ulang (workover) di Mahakam tahun ini.

Adapun  pada 2018  lalu, SKK Migas juga telah menyetujui enam Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/PoD) untuk gas dan satu minyak di Blok Mahakam. Harapannya hal tersebut  dapat meningkatkan performa blok Mahakam.

"PHM tetap mengoptimalkan upaya untuk menahan laju penurunan produksi dengan  peningkatan aktivitas surface dan subsurface yang tetap masif dengan mengedepankan keselamatan kerja dan cost optimization, sesuai dengan rencana kerja & anggaran yang disetujui SKK Migas," kata dia kepada Katadata.co.id,  Jumat (11/1).

Mengacu data SKK Migas, lifting gas Blok Mahakam tahun lalu hanya 832 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau hanya 75% dari target APBN 2018 sebesar 1.110 MMscfd. Capaian itu juga lebih rendah daripada tahun 2017 yang bisa menyentuh level 1.286 MMscfd.

(Baca: Kinerja Blok Mahakam Dinilai Lebih Tinggi daripada Prediksi Total)

Sebagaimana diketahui, Blok Mahakam dikelola resmi oleh Pertamina mulai 1 Januari 2018. Sebelumnya, blok ini dikelola Total E&P Indonesie. Perusahaan asal Prancis itu bermitra dengan Inpex Corporation.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha