Disaksikan Sejuta Penonton, Skenario Keluarga Cemara Berdasar Riset

Penulis: Dini Hariyanti

14/1/2019, 16.31 WIB

Sutradara, produser, dan penulis naskah meriset 150 keluarga selama tiga bulan.

Keluarga Cemara
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pemeran film Keluarga Cemara, Ringgo Agus Rahman (kanan), Nirina Zubir (kiri), Adhisty Zara (kedua kiri) dan Widuri Putri (kedua kanan) memberikan keterangan kepada media pada acara gala premier film Keluarga Cemara di Jakarta, Kamis (20/12).

Akun Instagram resmi @filmkeluargacemara melansir bahwa "Keluarga Cemara" menyedot atensi 1 juta penonton, informasi ini dipublikasikan pada 13 Januari 2019. Skenario film dipastikan tidak dibuat secara asal melainkan berdasar riset terhadap ratusan keluarga.

Pencapaian sejuta penonton memposisikan "Keluarga Cemara" sebagai film Indonesia pertama, rilis pada Januari 2019, yang menggaet penonton terbanyak. Tontonan bioskop ini disutradarai Yandy Laurens dan diproduksi Visinema Pictures.

Managing Partner Ideosource Venture Capital Andi S. Boediman mengatakan, skenario cerita "Keluarga Cemara" tidak sembarangan. Yandy dan Gina S. Noer selaku produser sekaligus penulis naskah melakukan riset selama tiga bulan.

"Mereka bertemu 150 keluarga, belajar tentang problematika keluarga. Lalu diskusi selama tiga bulan, menentukan ide cerita mau dibawa ke mana. Karena itu, cerita film ini kontekstual dengan banyak keluarga sekarang," tuturnya kepada Katadata.co.id, Senin (14/1).

(Baca juga: Awal Tahun, Keluarga Cemara dan Dreadout Raup Porsi Layar Terbanyak

"Keluarga Cemara" berkisah tentang keluarga kaya yang jatuh miskin. Film ini merupakan pengembangan cerita yang ditulis Arswendo Atmowiloto pada era 1970-an. Sebelum diputar di sinema lebih dulu rilis dalam Jogja-Netpac Asian Film pada Desember 2018.

Dalam wawancara dengan Katadata.co.id sebelumnya, Ideosource yakin pasar domestik merespon positif film genre drama keluarga ini. Selain karena memang lekat dengan masyarakat berkat versi sinetron pada era 1990-an, "Keluarga Cemara" juga menyuguhkan cerita mendidik tanpa menggurui.

"Keluarga Cemara sudah punya kekayaan intelektual yang kuat, juga tim solid. Ideosource selalu melihat dari kacamata penonton, why and what is in it for the audience to see and enjoy the movie," ucap Andi. (Baca juga: Ideosource Turut Danai Produksi Film Keluarga Cemara

Setelah "Keluarga Cemara", ada dua film hasil monetisasi kekayaan intelektual lain akan rilis bulan depan. Pertama ialah "Antologi Rasa" yang tayang mulai 14 Februari 2019, kedua adalah "Dilan 1991" rilis 14 hari kemudian tepat pada 28 Februari.

"Antologi Rasa" lebih dulu dikenal sebagai karya novel yang ditulis Ika Natassa. Sementara itu, "Dilan 1991" merupakan adaptasi novel karya Pidi Baiq sekaligus kelanjutan film terdahulu berjudul "Dilan 1990". (Baca juga: Dua Film dari Adaptasi Novel Hits Akan Dirilis Bulan Depan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha