Bursa Kripto Asing Serbu Pasar Indonesia

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

30/1/2019, 15.12 WIB

Dalam pekan ini saja, ada tiga bursa mata uang digital yang mengumumkan ekspansinya ke Indonesia.

Bitcoin
Katadata

Agregator bursa cryptocurrency Liqnet hari ini mengumumkan ekspansinya ke Indonesia. Kemarin, bursa cryptocurrency UpBit pun memulai operasionalnya di Indonesia dan besok menjadi giliran GoPax. Sementara UpBit dan GoPax berasal dari Korea Selatan, Liqnet berasal dari Singapura.

Liqnet sudah bekerja sama dengan empat bursa mata uang digital lain untuk menawarkan layanan perdagangan mata uang virtual seperti bitcoin, ripple, ethereum, dan lainnya.

Southeast Asia (SEA) Partner Liqnet Lukman Sutanto mengatakan, Indonesia adalah pasar yang besar. "Dibanding negara lain, peminat aset kripto di Indonesia cukup besar. Sekitar 1,5-2 juta sudah aktif bertransaksi aset kripto," ujar dia di Graha XL, Jakarta, Rabu (30/1).

Data itu mengacu pada riset TNS dan Luno yang menyebutkan, ada lebih dari 1 juta orang yang bertransaksi (trader) mata uang virtual. Alhasil, warga Indonesia menjadi salah satu negara teratas dalam hal pengetahuan tentang mata uang virtual dan kepemilikannya.

(Baca: Upbit dan GoPax, Dua Bursa Cryptocurrency Asal Korsel Masuk Indonesia)

Ia menyadari, saat ini harga salah satu aset kripto yakni Bitcoin terus menurun. Namun seperti halnya berinvestasi saham, menurut dia, saat harga turun adalah kesempatan untuk membeli aset. Ia optimistis, aset kripto akan tumbuh ke depan. Dengan begitu, investor bisa meraup untung di kemudian hari.

Hanya, Advisor Liqnet Nikolay Goncharov menyadari bahwa regulasi masih menjadi tantangan di Indonesia. Apalagi, saat ini baru Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 99 Tahun 2018 yang mengatur aset kripto. Itu pun aset kripto dianggap sebagai komoditas, sehingga tidak bisa digunakan untuk hal lain seperti membeli pulsa, berbelanja, dan lainnya.

Ia menegaskan, bahwa perusahaannya sudah memeroleh lisensi dari Singapura, yang disebut-sebut berlaku secara internasional. Liqnet juga sudah mendapat lisensi dari lembaga kegiatan ekonomi di Estonia (Estonian Register of Economic Activities).

Tantangan lainnya, adalah edukasi kepada masyarakat. Ia mengetahui ada banyak bursa cryptocurrency yang masuk ke Indonesia. "Namun kami tidak bersaing dengan mereka. Kami bekerja sama dan sama-sama mengedukasi masyarakat," ujar dia. Liqnet pun sudah menggandeng empat bursa cryptocurrency. "Kami terbuka untuk bermitra (dengan bursa) di Indonesia."

(Baca: Malaysia Legalkan Penawaran dan Perdagangan Cryptocurrency)

Selain Liqnet, bursa cryptocurrency asal Singapura Huobi masuk ke Indonesia pada September 2018. Huobi mengklaim perusahaannya sebagai yang terbesar keenam di dunia. Bitnovosti melaporkan, pendapatan Huobi mencapai US$ 17,5 juta pada 2018.

CEO Upbit Asia Pasifik Alex Kim yang baru meluncurkan layanan di Indonesia pun menyatakan optimisme. "Kami optimistis Indonesia akan memainkan peran utama dalam strategi ekspansi Upbit di Asia Pasifik," ujar CEO Upbit APAC Alex Kim, Selasa (29/1).

Menurut dia, ekosistem dan potensi aset kripto di Indonesia cukup positif. "Kami tertarik untuk investasi di Indonesia. Kami memahami besarnya peluang di Indonesia. Blockchain juga tumbuh di Indonesia," ujarnya. UpBit disebut-sebut sebagai bursa cryptocurrency terbesar di Korsel.

Sementara GoPax, mengklaim perusahaannya sebagai bursa cryptocurrency terbesar ke lima di Korsel, dengan volume perdagangan mencapai 5 ribu bitcoin sehari.

Pada Agustus 2018, perusahaan serupa asal Korsel, Coinone juga masuk ke Indonesia. Secara global, volume transaksi Coinone mencapai sekitar US$ 275 dalam sebulan terakhir dan berada pada urutan ke 73 dari 100 bursa kripto terbesar dunia.

(Baca: Mata Uang Kripto Bakal Diatur Sebagai Aset Digital di Bursa Berjangka)

Selain pasar yang potensial, pembukaan bursa mata uang digital di Indonesia juga dimungkinkan setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) merilis aturan terkait aset kripto (crypto asset).

Aturan itu berupa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 99 Tahun 2018 yang dirilis pada 20 September 2018. Aset kripto ditetapkan sebagai komoditi yang dapat dijadikan subjek kontrak berjangka. Maka, kripto bisa diperdagangkan di bursa berjangka dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Yang menarik, Luno, bursa cryptocurrency berbasis di London, Inggris masuk ke Indonesia sejak 2015. Berdasarkan data Coinmarketcap, Luno berada pada urutan ke-90 dari 100 exchange kripto terbesar dunia dengan jumlah transaksi dalam 30 hari terakhir sebesar US$ 90,4 juta.

Luno bersama lembaga riset TNS melalukan survei kepada 1.000 responden yang mayoritas tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera pada 2018.  Hasil riset itu menyebutkan, 63% orang di Indonesia sudah mengenal bitcoin. Popularitas cryptocurrency di Indonesia bahkan mengalahkan Malaysia, Prancis, Italia, dan Romania.

"Hasil riset ini membuktikan, cryptocurrency memiliki potensi yang besar untuk diadopsi di Indonesia," kata Country Manager Luno Indonesia Kanta Nandana, (16/10/2018) lalu.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha