Waskita, KAI, dan INKA Berencana Garap Proyek Kereta Api di Filipina

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

1/2/2019, 17.50 WIB

Waskita saat ini tengah memantau jalur yang tepat untuk digarap di FIlipina bersama dengan KAI dan INKA.

LRT Palembang buatan INKA
INKA
INKA telah mengirimkan 4 dari 8 rangkaian kereta LRT Palembang (10/4)

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. berencana untuk mengembangkan sayap bisnisnya ke luar negeri berkaca dari pengalaman mereka menggarap kereta ringan light rail transit (LRT) di Palembang. Direktur Utama Waskita I Gusti Ngurah Putra mengungkapkan, Waskita memiliki rencana untuk menjajaki proyek kereta api di Filipina.

Putra mengatakan, untuk rencana ekspansi tersebut Waskita akan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) dan PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA). Nantinya, melalui sinergi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, mereka akan membagi peran masing-masing BUMN yang terlibat.

INKA akan bertindak sebagai penyedia kereta api (rolling stock), lalu KAI akan bertindak sebagai operatorya, sedangkan Waskita akan menjadi kontraktor. "Kita ke luar negeri  memang ada konsep kerja sama dengan teman-teman di KAI," katanya ketika ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2).

(Baca: Jasa Marga Tertarik Akusisi Ruas Tol Trans Jawa Milik Waskita Karya)

Sementara, untuk pendanaan, Putra mengatakan sedang dalam tahap penjajakan dengan beberapa bank. Dia menambahkan, yang pasti salah satu sumber pendanaannya akan berasal dari Indonesia Eximbank. Meski begitu, Putra masih belum bisa menyebutkan nilai proyek tersebut karena saat ini mereka tengah memantau rute-rute di Filipina yang cocok untuk digarap bersama KAI dan INKA tersebut.

Putra mengakui, rencana ekpansi ini tidak mudah. Menurutnya, mereka harus mempelajari berbagai macam hal seperti praktik bisnis dan soal regulasi di Filipina terkait proyek kereta api tersebut. "Kami sudah beberapa kali bersama teman-teman berangkat ke Filipina. Ada dua tiga kali," katanya.

Waskita tidak memiliki target khusus kapan mereka bisa memenangkan dan mulai menggarap proyek tersebut. Hanya saja, jika seluruh ketentuan hukum dan regulasi bisnisnya sudah sesuai, Putra berharap rencana ekspor tersebut dapat dieksekusi tahun ini.

Perusahaan berkode saham WSKT ini menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp 54 triliun pada tahun 2019 ini. Dengan begitu, laba bersih perusahaan berkode emiten WSKT pada tahun ini diharapkan dapat mencapai Rp 4 triliun.

Dalam siaran pers yang didapatkan Katadata.co.id pada Jumat (4/1), Waskita Karya juga menargetkan dapat mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp 55 triliun pada 2019. Dengan target tersebut, total kontrak yang akan dikelola Waskita pada tahun 2019 akan mencapai Rp 120 triliun.

(Baca: Ekspor Kereta ke Bangladesh, INKA Raup Rp 1,4 T)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha