Tunggu Bursa Saham Membaik, Dua Anak Usaha Adhi Karya IPO Semester II

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

2/2/2019, 12.18 WIB

Rencana IPO dua anak usaha Adhi Karya menunggu kondisi pasar modal terutama di sektor properti lebih baik.

adhi-karya.jpg
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Adhi Karya (Persero) Tbk. bakal mendorong dua anak usahanya untuk melantai di pasar modal melalui skema penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO) pada semester kedua tahun ini. Kedua anak perusahaan tersebut adalah PT Adhi Persada Gedung (APG) dan PT Adhi Commuter Properti (ACP). Adhi Karya menguasai 99,6% saham APG, dan 99,9% saham ACP. 

Awalnya, Adhi Karya berencana melepas sahamnya di kedua entitas anaknya tersebut pada triwulan pertama tahun ini. Namun, Direktur Keuangan Adhi Karya Entus Asnawi mengatakan rencana tersebut diundur karena pihaknya menilai kondisi pasar modal, terutama sektor properti, masih kurang baik.  

Menurutnya, meski sepanjang bulan Januari 2019 ini pergerakan Indeks Harga Saham (IHSG) sudah membaik, namun secara sektoral masih belum sebaik tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, diharapkan pada semeseter II-2019, pergerakan pasar modal semakin baik. "Indikatornya seperti sektor propertinya masih rendah," kata Entus ketika ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2).

(Baca: Masuk ke Holding Infrastruktur, Tiga BUMN Karya Lepas Status BUMN)

Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto mengatakan, besaran saham yang akan dilepas ke publik pada kedua anak usahanya tersebut masing-masing sebesar 30%. Pelepasan saham kedua anak usahanya tersebut ditargetkan dapat meraup dana segar total sebesar Rp 5 triliun. "Yang APG kira-kira Rp 2 triliun, yang ACP di atas Rp 3 triliun," kata Budi ketika ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2).

Lebih besarnya target dana yang diraup oleh ACP karena Adhi Karya baru menyuntikan modal sebesar Rp 3 triliun pada mereka. Dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk mengembangkan proyek di daerahtransit oriented development (TOD). "Belanja tanah di daerah TOD kan sangat bagus sekali. Jadi buat kebutuhan TOD saja," katanya.

 

Ada pun, realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) Adhi Karya tahun lalu sebesar Rp 2 triliun. Sementara, tahun ini, mereka menyiapkan capex sebesar Rp 4 triliun. Selain berasal dari kas internal, pendaan capex juga berasal dari utang penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang jatahnya masih dikantongi oleh perusahaan sebesar Rp 2 triliun.

PUB tersebut diperkirakan akan diterbitkan pada semester I-2019 ini mengingat masa berlaku sisa PUB tersebut akan habis pada Juni 2019. Selain pendanaan dari penerbitan PUB, Budi mengatakan belum memikirkan pendaan eksternal lainnya untuk tahun ini.

Tahun ini Adhi Karya menargetkan bisa mengantongi pendapatan senilai Rp 22 triliun. Target tersebut tumbuh hingga sekitar 22,2% dari realisasi pendapatan tahun 2018 lalu sebesar Rp 18 triliun.

(Baca: Adhi Karya Siapkan Belanja Modal Rp 4 Triliun-Rp5 Triliun Tahun Depan)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha