KPK Laporkan Penganiayaan terhadap Dua Penyidik ke Polda Metro Jaya

Penulis: Hari Widowati

4/2/2019, 11.51 WIB

Kedua penyidik tersebut dianiaya oleh pegawai Pemerintah Daerah (Pemda) Papua ketika sedang menjalankan tugas di Hotel Borobudur, Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah
Antara
Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan kepada pers.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan kasus dugaan penganiayaan yang menimpa dua penyidiknya kepada Polda Metro Jaya. Kedua penyidik tersebut dianiaya oleh pegawai Pemerintah Daerah (Pemda) Papua ketika sedang menjalankan tugas di Hotel Borobudur, Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, laporan KPK ke Sentra Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya dilakukan pada Minggu (3/2) sore. Kasus ini akan ditangani oleh Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Kriminal Umum (Jatanras Krimum) Polda Metro Jaya.

"Kejadian dimulai dari menjelang tengah malam pada Sabtu (2/2) di Hotel Borobudur, Jakarta. Saat itu Pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi," ujar Febri seperti dikutip Antara, Minggu (3/2).

Kedua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya sehingga mengalami luka sobek pada wajah dan retak pada hidung. "Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK, namun pemukulan tetap dilakukan," kata Febri.

Saat ini, kedua penyidik KPK tersebut dirawat dan akan segera dioperasi atas luka-lukanya. Tim KPK yang melapor ke Polda Metro Jaya juga menyampaikan beberapa informasi visual lainnya untuk kebutuhan investigasi lebih lanjut.

"Apapun alasannya, tidak dibenarkan bagi siapapun untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Apalagi ketika ditanya, pegawai KPK telah menyampaikan, mereka menjalankan tugas resmi," ujar Febri.

(Baca: Korupsi Izin Tambang, Bupati Kotawaringin Timur Rugikan Negara Rp5,8 T)

Penganiayaan dan perampasan barang-barang yang ada pada kedua pegawai KPK tersebut merupakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas. "KPK berkoordinasi dengan Polda dan berharap setelah laporan ini Polda segera memproses pelaku penganiayaan tersebut. Agar hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Kejaksaan ataupun Polri," kata Febri.

Ketua DPRD Papua Yunus Yonda mengakui, pegawai Pemda Papua 'menangkap basah' petugas KPK karena membututi Gubernur Papua Lukas Enembe yang sedang melakukan rapat bersama Ketua DPRD Papua, anggota DPRD Papua, Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Hotel Borobudur, Sabtu (2/2).

Sekda Papua Hery Dosinaen melihat pengawai KPK mengambil gambar Lukas Enembe. Ia juga melihat ada percakapan di aplikasi Whatsapp yang ada di telepon seluler petugas KPK tersebut terkait kegiatan Lukas saat mengikuti rapat evaluasi bersama tim badan anggaran eksekutif, legislatif, dan Kemenerian Dalam Negeri itu. Agenda rapat tersebut adalah evaluasi terhadap APBD Papua.

(Baca: Usut Tuntas Teror Terhadap Pegiat Anti-Korupsi )

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha