Ombudsman : Siapapun Bebas Gunakan Jalan Tol

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Hari Widowati

4/2/2019, 16.28 WIB

Jalan tol merupakan fasilitas publik yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok pendukung calon presiden tertentu.

Gerbang Tol
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Sejumlah mobil memasuki gerbang tol ruas Serpong-Pondok Aren, di Gerbang Tol Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (6/12).

Pernyataan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengenai pengguna jalan tol menjadi polemik di media sosial. Ombudsman RI menyebut jalan tol merupakan fasilitas publik yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok pendukung calon presiden tertentu.

Anggota Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih mengatakan, pernyataan Prihadi soal jalan tol tidak patut diucapkan dalam konteks serius. Namun dalam konteks serius atau kampanye, kata-kata Hendrar dapat dianggap sesat lantaran jalan tol merupakan sarana publik.

"Memangnya dia bisa tutup pintu tol? Tidak bisa. Tapi itu tidak patut (dilontarkan) karena itu sarana publik dan siapapun bisa menggunakannya," kata Alamsyah di Jakarta, Senin (4/2).

Meski demikian, Ombudsman enggan memberi rekomendasi terkait kata-kata Hendrar ini. Pasalnya hingga saat ini belum ada masyarakat yang langsung dirugikan akibat tidak dapat masuk jalan tol. Alamsyah juga menyerahkan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) apabila Kader PDI Perjuangan tersebut dianggap melanggar ketentuan kampanye.

"Kami hanya memantau saja, saya pikir saat ini (Hendrar) sudah di-bully di media sosial," kata Alamsyah.

Dia berharap Hendrar kapok dan tidak menggunakan pernyataan yang menyinggung hal-hal seperti itu. Sedangkan ombudsman baru akan turun tangan apabila pelayanan publik kepada masyarakat mulai terganggu. "Buang-buang energi untuk merekomendasikan, apalagi rekomendasi kami punya kekuatan hukum," ujar dia.

(Baca: Wali Kota Semarang: Yang Tak Dukung Jokowi, Jangan Pakai Jalan Tol)

Saat menghadiri agenda silaturahmi Joko Widodo dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (2/2), Hendrar meminta masyarakat yang tak mendukung calon presiden nomor urut 01 tersebut untuk tak menggunakan jalan tol.

Awalnya Hendrar menanyakan berapa lama waktu tempuh para pengusaha ketika menggunakan jalan tol dari Jakarta ke Semarang. Para pengusaha mengatakan waktu tempuh mereka selama lima jam.

Dia juga menanyakan waktu tempuh dari Semarang ke Surabaya menggunakan jalan tol. Para pengusaha pun menjawab waktu tempuh selama tiga jam. Hendrar mengklaim jalan tol yang dilalui para pengusaha Jawa Tengah itu merupakan hasil kerja keras Jokowi selama empat tahun memerintah. "Sampaikan ke saudaranya di luar sana, kalau tidak mau dukung Jokowi, jangan pakai jalan tol," kata Hendrar.

(Baca: Jokowi Ungkap Alasannya Fokus Membangun Infrastruktur)

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha