Timses Jokowi-Ma'ruf Optimistis Raup 60% Suara WNI di Saudi

Penulis: Hari Widowati

4/2/2019, 17.42 WIB

Optimisme tersebut didorong oleh tingkat kepuasan pekerja migran atas pelayanan dan perlindungan yang diberikan pemerintahan Jokowi.

Jokowi maruf
ANTARAFOTO | Yulius Satria
Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin

Tim Kampanye Luar Negeri (TKLN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin optimistis pasangan calon nomor urut 01 tersebut bisa meraih minimal 60% suara warga negara Indonesia (WNI) di Saudi Arabia pada Pilpres 2019. Optimisme tersebut didorong oleh tingkat kepuasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Saudi Arabia atas pelayanan dan perlindungan terhadap pekerja migran yang diberikan pemerintahan Jokowi dalam empat tahun terakhir.

"Saya meyakini dan optimistis dapat meraih 60% atau memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden RI Joko Widodo-Ma ruf Amin di Saudi Arabia," kata Ketua TKLN Jokowi-Ma ruf Saudi Arabia, Sharief Rachmat, seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin (4/2).

Selain itu, semangat para pekerja migran Indonesia yang tergabung dalam partai politik dan sukarelawan dari lintas komunitas untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf juga tinggi. Meski demikian, TKLN Saudi tidak ingin takabur dan akan terus bekerja keras. Pasalnya, mereka memperhatikan masifnya pergerakan fitnah dan hoaks, baik di media sosial maupun di lapangan yang kerap mendiskreditkan paslon nomor urut 01.

(Baca: Alumni Universitas di Jawa Tengah Deklarasi Dukungan ke Jokowi-Ma'ruf)

Setelah terbitnya SK Kepengurusan TKLN Jokowi-Ma ruf di Saudi Arabia, Sharief menggelar rapat konsolidasi pada 31 Januari 2019 di Riyadh dan 1 Februari 2019 di Jeddah, Saudi Arabia. Rapat ini selain dalam rangka menyatukan sikap antarpartai politik dan komunitas sukarelawan yang tergabung dalam TKLN Negara Saudi Arabia, juga membahas perihal prestasi, visi, misi, dan strategi pemenangan Jokowi-Ma'ruf di negara tersebut.

Sekretaris TKLN Jokowi-Ma'ruf di Saudi, Maksum Jalal, mengatakan dalam Pilpres 2014 Jokowi kalah tipis sebesar 1% oleh Prabowo di Saudi Arabia. Kekalahan tersebut datang dari kota-kota yang menggunakan metode pemungutan suara drop box. Sementara untuk pemungutan suara TPSLN, khususnya di kota besar, seperti Riyadh dan Jeddah, Jokowi unggul.

Daftar pemilih tetap luar negeri (DPTLN) di Saudi Arabia pada Pemilu 2019 tercatat sebanyak lebih dari 60 ribu calon pemilih yang tersebar di 43 wilayah atau kota.
Jumlah tersebut belum termasuk WNI yang berstatus "overstayer" atau "un-documented". TKLN memperkirakan masih banyak WNI atau pekerja migran Indonesia yang memiliki identitas lengkap namun belum masuk dalam DPTLN.

Pada Pemilu 2019, para WNI atau PMI di Saudi Arabia akan menggunakan hak suaranya pada tanggal 8 hingga 11 April 2019 melalui metode pemungutan suara KSK (kotak suara keliling). Adapun pada 12 April 2019 pemungutan suara dilaksanakan di TPSLN (tempat pemungutan suara luar negeri).

(Baca: Jokowi-Ma'ruf Dapat Dukungan dari Puluhan Kiai Sepuh NU Jatim)

 

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha