Angkat Elektabilitas di Sumbar, Ma'ruf Amin Gunakan Pendekatan Agama

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Hari Widowati

6/2/2019, 19.14 WIB

Selain memberdayakan relawan dan Tim Kampanye Daerah (TKD), Ma'ruf juga menjanjikan masyarakat Minangkabau bebas dari buta Al-Qur'an.

Jokowi dan Ma'ruf Amin
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI
Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma\'ruf Amin usai pengundian nomor urut di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta.

Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan meningkatkan elektabilitasnya di Sumatera Barat dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan pendekatan agama. Dukungan dari sejumlah tokoh Minang di Jakarta diperkirakan mampu mendongkrak keterpilihan paslon tersebut.

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengakui, agak berat menembus suara masyarakat Sumbar untuk memilih dirinya dan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres mendatang. Pasalnya, Sumbar merupakan kantong suara bagi kubu Prabowo Subianto. Dalam Pilpres 2014, Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa meraih 76,9% suara di Sumbar sedangkan Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya meraup 23,1% suara.

Oleh sebab itu, dirinya menyiapkan sejumlah cara untuk mendapatkan suara dari masyarakat di sana. Selain memberdayakan relawan dan Tim Kampanye Daerah (TKD), Ma'ruf juga menjanjikan masyarakat Minangkabau bebas dari buta Al-Qur'an.

"Memang Sumbar ini agak berat. Apa yang belum? (Baca) Al-Qur'an. Kami akan dorong nanti," ujarnya setelah menerima dukungan dari sejumlah tokoh Minang di sebuah rumah makan Padang, di Jakarta, Rabu (6/2). Tokoh-tokoh Minang tersebut antara lain Mantan Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi, Ustaz Musnar Agus Sikumbang, Politisi Nasdem Ahmad Sahroni, dan Aktris Nirina Zubir.

Pendekatan agama ini bisa dilakukan untuk mendorong perolehan suara Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres April nanti. Apalagi, pembangunan fisik seperti infrastruktur dan bantuan sosial sebenarnya sudah berjalan baik di provinsi tersebut.

Bahkan, Ma'ruf sempat menyayangkan ketiadaan tes membaca kitab suci bagi capres dan cawapres. Apabila ada, masyarakat Minangkabau dapat mengetahui calon pemimpinnya yang bisa menjadi imam dalam ibadah. Lebih lanjut, dia berharap masyarakat Sumbar dapat memilah siapa imam yang lebih baik untuk dipilih.

Ma'ruf akan bertolak menuju Sumbar pada Kamis (7/2) besok. Kedatangannya dalam rangka berkeliling ke beberapa titik provinsi tersebut. Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut juga menyambut baik bekal dukungan dari masyarakat Minangkabau perantauan. "Kalau orang Sumbar di Jakarta saja dukung 01, masa di Sumbarnya tidak," kata dia.

(Baca: Selisih Suara di Bawah 30%, Jokowi Belum Pasti Menang di Pilpres 2019)

Meski demikian, Ma'ruf masih enggan menyebut target perolehan suara Jokowi-Ma'ruf terhadap Prabowo-Sandiaga di ranah Minang. Dia hanya menargetkan pasangan 01 itu tidak kalah dari lawannya dalam Pilpres 2019. "Kalau bisa memang menang banyak, tapi yang penting tidak kalah," kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Sahroni mensinyalir resistensi kepada Jokowi terjadi lantaran masyarakat Sumbar kurang bersimpati terhadap PDI Perjuangan (PDIP). Apalagi, Jokowi juga dipersepsikan mendapat dukungan partai penista agama. "Itu kenapa kami hadirkan Pak Kiai (Ma'ruf Amin)," ujar Sahroni yang pernah bekerja sebagai sopir menantu Ma'ruf ini.

(Baca: Prabowo-Sandi Klaim Sumbangan dari Masyarakat Meningkat Pascadebat)

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha