Pengajuan Proposal Pengembangan Blok Muralim Mundur ke Tahun Depan

Penulis: Arnold Sirait

6/2/2019, 21.52 WIB

NuEnergy juga akan mengubah kontrak dan mengambil alih 100% hak kelola Blok Muralim.

Migas
Dok. Chevron

NuEnergy menargetkan bisa mengajukan proposal pengembangan (Plan of Development/PoD) Blok Muralim tahun 2020. Ini menyusul selesainya pengeboran dua sumur di wilayah kerja tersebut.

Berdasarkan keterangan di websitenya, NuEnergy, berhasil mengebor sumur MU-005 dan MU-006 pada 2 Desember 2018. Pengeboran ini merupakan bagian dari komitmen pasti NuEnergy di blok tersebut, sekaligus menjadi proyek percontohan memproduksi gas dari batu bara (coal bed methane/CBM).

Adapun, NuEnergy mendapatkan perpanjangan masa eksplorasi hingga Desember 2020. Alhasil, setelah pengeboran targetnya bisa mengajukan PoD tahun depan. “Sedang menyiapkan PoD Desember 2020,” dikutip, Rabu (6/2).

Jadwal itu pengajuan PoD itu mundur dari target awal. Sekitar November 2018, Chief Operating Officer NuEnergy Unggul Setyatmoko pernah menargetkan pengajuan proposal pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) Blok Muralim pada 2019 mendatang. "Tahun depan," kata dia.

(Baca: Mengebor Lagi, NuEnergy Ajukan Proposal Pengembangan Blok Muralim 2019)

Adapun, cadangan gas di tempat (gas in place) blok ini sekitar 1.436 BCF. Sedangkan, cadangan harapan (P3) sebesar 682 BCF.

Selain itu, NuEnergy juga akan mengubah skema kontrak menjadi gross split dari yang sebelumnya cost recovery. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan perubahan skema kontrak itu bisa terlaksana Februari ini.

NuEnergy melalui anak usahanya Dart Energy Pte Ltd pun berencana mengakuisisi hak kelola mitranya di Blok Muralim. Ini agar perusahaan asal Australia itu bisa memiliki hak kelola 100% di blok tersebut.

Unggul mengatakan akuisisi tersebut akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM."Nanti akan kami usulkan ke pemerintah dan kemudian menunggu persetujuan," ujar dia kepada Katadata.co.id, Jumat (25/1).

Di blok ini, Dart Energy Pte Ltd bertindak sebagai operator dengan hak kelola 50 %. Sisanya dimiliki oleh PT Medco CBM Pendopo. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha