Pertamina Tambah Tiga Lokasi BBM Satu Harga di Sulawesi Tengah

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Arnold Sirait

6/2/2019, 12.32 WIB

Pertamina minta pemerintah daerah dan aparat meningkatkan pengawasan, karena masih ada wilayah yang harga BBMnya mahal, meski ada lembaga penyalur.

Pertamina
Pertamina
SPBU

PT Pertamina (Persero) menambah tiga lokasi penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di Sulawesi Tengah tahun ini. Sehingga, nantinya total lokasi BBM Satu Harga di Sulawesi Tengah menjadi enam.

Selain di Sulawesi Tengah, BBM Satu Harga juga sudah tersedia sejak 2018 di Sulawesi Tenggara sebanyak satu, dan empat di Sulawesi Utara. Sedangkan, tahun ini, 2019 secara nasional Pertamina menargetkan pendirian 39 Lembaga Penyalur BBM Satu Harga di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang sulit dijangkau karena keterbatasan infrastruktur.

Adapun, setiap bulan Pertamina MOR VII rata-rata menyalurkan BBM Satu Harga ke lembaga penyalur sebesar 1.588 kiloliter (KL) dengan perincian Premium 1.133 KL, Solar 389 KL dan Pertalite 67 KL. Dari jumlah itu 329,67 KL disalurkan di Sultra, 840 KL di Sulteng, 372 KL di Sulut dan 46,67 KL di Gorontalo.

General Manager MOR VII, Werry Prayogi mengatakan, dalam menyalurkan BBM Satu Harga di Sulawesi banyak tantangan yang harus dihadapi. “Perjalanan yang di tempuh cukup jauh, misalnya ke Kepulauan Togean menggunakan kapal sejauh 200 km dengan waktu tempuh 24 jam. Tak jarang berjibaku dengan ombak tinggi,” kata dia berdasarkan keterangan resminya, Rabu (6/2).

BBM Satu Harga merupakan komitmen Pertamina untuk menyediakan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di daerah 3T. Kebijakan itu sesuai amanat Undang-undang (UU) Migas No 22 Tahun 2001 dan UU Energi No 30 Tahun 2007.

Kehadiran BBM Satu Harga di wilayah Sulawesi, menurut Werry banyak dinikmati petani, nelayan dan pelaku usaha kecil. Berbagai usaha antara lain transportasi, perdagangan, industri rumah tangga, perikanan, dan pertanian terus menggeliat sejalan dengan kemudahan dan ketersediaan BBM dengan harga yang terjangkau.

Harga BBM pun menjadi lebih murah. “Sebelumnya berkisar Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per liter kini jauh menurun menjadi Rp 6.450 untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar,” ujar Werry.

(Baca: Lika-liku Pertamina Mewujudkan Harga BBM yang Sama di Indonesia)

Werry berharap agar sinergi bersama Pemerintah Daerah dan aparat dapat terus ditingkatkan melalui pengawasan dan penindakan. Apalagi, masih ada informasi dari warga tentang harga BBM yang masih tinggi, meski telah hadir lembaga penyalur BBM Satu Harga. Pemicunya adalah ulah pengecer.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha