Satu Film Indonesia Berpeluang Dibiayai Investor Eropa

Penulis: Dini Hariyanti

6/2/2019, 19.36 WIB

Film "Autobiography" masuk pasar Eropa melalui Berlinale Co-Production Market.

Poster Film Aquaman
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Beberapa pengunjung Cinema XXI Jatinegara melintas di depan poster film Aqua Man, Matraman, Jakarta Timur (26/12).

Selama lima tahun terakhir, baru satu film karya sineas nasional yang menembus Berlinale Co-Production Market dalam European Film Market 2019. Film ini berjudul "Autobiography" besutan produser Yulia Evina Bhara dan sutradara Makbul Mubarak.

Joshua P.M. Simandjuntak selaku Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyatakan, "Autobiography" lebih dulu lolos ke Torino Film Lab (TFL) di Turin, Italia pada 2017. Kegiatan ini fokus memfasilitasi sineas untuk memperkaya pemahaman dan keterampilan di bidang perfilman.

"Kami kirim dua film setiap tahun ke TFL untuk menambah ilmu agar sineasnya lebih berkualitas. Semoga pada 2020, kita bisa nikmati lengkap ini ("Autobiography") lengkap," tuturnya di sela pemaparan jelang penayangan "Aruna dan Lidahnya" dalam festival film Jerman, di Jakarta, Rabu (6/2).

(Baca juga: Film "Aruna dan Lidahnya" Tayang di Jerman pada 11 Februari

Soal European Film Market (EFM) 2019, film "Autobiography" masuk melalui Berlinale Co-Production Market. Program ini memiliki kegiatan yang khusus mencari sineas dengan karya berkualitas dari seluruh dunia, bernama Berlinale Talents Project Market.

Sineas yang lolos program project market tersebut berkesempatan mempresentasikan gagasan filmnya. Sebanyak sepuluh ide terbaik akan dipertemukan dengan calon pembeli potensial (potential buyer), seperti co-producer, agen penjualan, dan distributor film.

"Mudah-mudahan mereka ("Autobiography") dapat bertemu dengan investor sehingga menjadi film lengkap," ucap Joshua. (Baca juga: Tonton Film Gamelan Bali, Publik Korsel Bayar Rp 600 ribu

Pemerintah melalui Bekraf menargetkan lebih banyak gagasan film karya sineas nasional yang bisa terealisasi menggunakan co-production berskala global. Skema ini dijalankan melalui usaha patungan di antara dua atau lebih rumah produksi film.

Berlinale Co-Production Market berlangsung pada 7 - 14 Februari 2019. Salah satu agenda di dalamnya adalah one on one meeting di antara proyek film dengan calon investor potensial. Film yang bisa joint venture dengan pembeli Eropa bisa mengakses pendanaan film internasional, seperti CNC di Perancis, HBF+ di Belanda, dan WCF Eropa di Jerman.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha