Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung 55% Tahun Ini

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

8/2/2019, 17.42 WIB

Pembebasan lahan sudah mencapai 90% sehingga proses pembangunan proyek tersebut bisa dikebut.

Kereta cepat
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menargetkan perkembangan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di akhir tahun ini dapat mencapai 55%. WIKA dapat mengebut pengerjaan proyek tersebut tahun ini karena proses pembebasan lahan sudah mencapai 90%.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan, tahun ini mereka akan mengejar pengerjaan jalur kereta cepat ini. "Urutan pekerjaannya itu pondasi, dudukan rel, rel lewat terowongan, terowongan jadi, dan relnya masuk," kata Tumiyana di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Jumat (8/2).

Dia optimis dapat mengejar target tersebut mengingat proses pembebasan lahan saat ini sudah mencapai 90,1%. Sisanya adalah fasilitas sosial dan fasilitas umum yang menurutnya tidak harus selesai sekaligus karena bisa dilakukan secara parsial.

Sedangkan penuntasan pembebasan lahan untuk fasilitas umum dan falisitas sosial memerlukan negosiasi dengan masyarakat setempat. "Seperti masjid atau sarana olahraga, itu bisa dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama bisa selesai," kata Tumiyana.

 (Baca: WIKA Lepas Status BUMN, Bersiap jadi Anak Holding BUMN Perumahan)

Ada pun, konstruksi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) baru saja mendatangkan alat bor raksasa atau tunnel boring machine (TBM) dari Tiongkok. Mesin yang panjangnya mencapai 16 meter ini akan digunakan untuk mengebor di KM 1 Halim untuk menyambung ke seberang tol dengan panjang sekitar 800 meter.

Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyetujui pengalihan beberapa lahan miliknya untuk pembangunan infrastruktur yang masuk dalam proyek startegis nasional (PSN). Salah satu infrastrukturnya yaitu kereta cepat.

Aset TNI Angkatan Darat yang dialihkan untuk proyek kereta cepat yaitu Jalur Kereta Cepat Indonesia China di lahan Brigif 15 Kujang Kodam III SLW seluas 27.933 m2 di Cimahi. Aset TNI Angkatan Udara di Lanud Halim Perdanakusuma seluas 18,6 hektare yakni 14,6 hektare di Komplek Trikora dan 4 hektare di eks Cipinang Melayu.

(Baca: TNI Lepas Lahan untuk Proyek Jalan Tol, Kereta Cepat, dan LRT)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha