Prabowo-Sandi Percepat Kebijakan Industri Halal jika Menang Pillpres

Penulis: Muchamad Nafi

8/2/2019, 06.00 WIB

Untuk merealisasikan target tersebut, Prabowo-Sandi antara lain akan memperkuat lembaga keuangan syariah dan ekosistem usaha syariah.

Debat Capres I 2019
Arief Kamaludin | Katadata
Prabowo-Sandi melontarkan gagasan terkait bidang hukum, menekankan pada supremasi hukum, menegakkan hukum tanpa tebang pilih dan mengusung transparansi penegakkan hukum.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Handi Risza, menyatakan, pihaknya akan mempercepat kebijakan industri halal di Tanah Air. Tak hanya itu, jika memenangkan pemilihan presiden (pilpres) pada April nanti, mereka hendak menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal internasional.

Menurut Handi, hal ini terkait visi dan misi “Indonesia Menang Prabowo-Sandi” yang memuat keinginan kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah. “Prabowo-Sandi akan mencoba akselerasi kebijakan yang bisa mempercepat penyelesaian perangkat dan infrastruktur industri halal maupun keuangan syariah,” kata Handi Risza di Jakarta, Kamis (7/2).

(Baca: 5 Calon Kandidat Jaksa Agung jika Prabowo-Sandi Memenangkan Pilpres)

Untuk merealisasikan target tersebut antara lain melalui penguatan lembaga keuangan syariah dan memperkuat ekosistem usaha syariah. Selain itu bakal dikembangkan penelitian dan pendidikan serta optimalisasi pemanfaatan dana sosial -zakat, wakaf, infak, dan sodakoh- sesuai peruntukannya.

Handi, yang juga kandidat anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyatakan pasangan calon presiden no urut 02 ini punya komitmen untuk menyelesaikan persoalan regulasi dan struktural yang menghambat percepatan industri halal. Demikian juga untuk menjalankan mandat Undang-Undang Jaminan Produk Halal dengan membentuk Badan Pengelola Jaminan Produk Halal (BPJPH), hingga auditor halal.

Dalam bidang lembaga keuangan syariah, pasangan petahana ini akan memperbesar pangsa pasar industri tersebut. “Dengan mendorong perluasan kewajiban membayar zakat, agar bisa difokuskan untuk program percepatan pengentasan kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.

Dengan demikian, dia menyatakan bahwa potensi industri halal dan keuangan syariah sejatinya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi perekonomian Indonesia. (Baca: Aturan Produk Halal Difinalisasi, Fatwa Halal Tetap di Tangan MUI)

Bank Indonesia (BI) dalam lima tahun ke depan juga mentargetkan pangsa pasar industri keuangan syariah mencapai 20 persen. Gubernur BI Perry Warjiyo berharap angka tersebut dicapai pada 2023 dari posisi saat ini di 8 persen. “Kita dorong bisa naik double digit melalui pasar modal, instrumen jangka pendek, dan keterlibatan keuangan sosial yaitu wakaf dan zakat,” Desember lalu.

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha