Neraca Perdagangan Pertanian Indonesia 2018 Surplus US$ 10 Miliar

Tim Publikasi Katadata

9/2/2019, 16.06 WIB

Upaya peningkatan produksi pertanian melalui berbagai kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, berdampak langsung pada peningkatan kinerja

Kementan
Katadata

Upaya peningkatan produksi pertanian melalui berbagai kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, berdampak langsung pada peningkatan kinerja perdagangan, terutama pada komoditas pertanian strategis. 

 

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut neraca perdagangan hasil pertanian Indonesia 2018, surplus senilai US$ 10 M. Pada 2018 ini, nilai ekspor naik menjadi sebesar US$ 29 M sedangkan nilai impor hanya US$ 19 M.

 

Volume ekspor 2018 meningkat menjadi 42, 5 juta ton, lebih tinggi dibandingkan dengan volume ekspor pada 2017 yang mencapai 41,3 juta ton.

 

"Dengan angka tersebut, artinya peningkatan kita sebanyak 1,2 juta ton," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri, Jumat (8/2).

 

Menurut Kuntoro, total nilai ekspor ini jika diakumulasi selama empat tahun, yakni periode 2015-2018 jumlahnya mencapai Rp 1.764 triliun. Nilai ekspor 2018 meningkat sebesar 29,7 persen bila dibandingkan dengan 2016 yang sebesar Rp 384,9 Triliun.

 

"Peningkatan nilai ekspor ini didukung sejumlah terobosan Kementan dalam kebijakan maupun program," kata Kuntoro.

 

Terobosan yang dimaksud antara lain deregulasi kebijakan dan perizinan, pengendalian impor, dan mendorong ekspor dengan sistem layanan karantina jemput bola (in line inspection). Kementan mendorong modernisasi pertanian, dan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti KADIN, HKTI, KTNA, universitas, dan eksportir. Kementan menghelat pameran dan promosi.

 

Kuntoro mengatakan, selama empat tahun terakhir peningkatan ekspor ini turut didorong oleh peningkatan nilai investasi. Misalnya pada periode 2013-2018, total investasi pertanian di Indonesia mencapai Rp 270,1 triliun. Meski demikian, peningkatan investasi sektor pertanian juga sangat bergantung pada ketersediaan lahan serta peran para pengusaha sebagai faktor produksi.

 

"Karena itu transparansi, kemudahan, kepastian penyelesaian proses dan prosedur, waktu, biaya, serta kualitas administrasi lahan menjadi faktor kritis dalam mendorong berkembangnya investasi di sektor pertanian," katanya.

 

Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla telah menciptakan iklim yang kondusif bagi pelaku usaha domestik maupun mancanegara yang berinvestasi di sektor pertanian melalui kemudahan perizinan.

 

Di lingkungan Kementerian Pertanian, kemudahan terealisasi melalui layanan berbasis Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Perizinan Pertanian secara Elektronik. Sistem ini memperpendek waktu layanan perizinan sehingga lebih transparan dan akuntabel.

 

Kementan juga sudah membentuk satgas kemudahan berusaha di sektor pertanian. Misalnya Tim Percepatan Investasi Tebu, Sapi, dan jagung. Tim ini mengumpulkan bahan, terkait dengan persyaratan dan proses untuk memperoleh izin dan lahan, serta mengkompulasikan pengalamannya mendampingi calon investor, mengurus perizinan investasi, dan lahan.

Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha