Satu Undurkan Diri, Ini Nama Tujuh Panelis Debat Pilpres Kedua

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Hari Widowati

9/2/2019, 08.08 WIB

KPU tidak mencari pengganti untuk panelis yang mengundurkan diri karena waktunya sudah mepet dengan pelaksanaan debat putaran kedua.

KPU
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut salah satu panelis untuk Debat Pilpres putaran kedua mengundurkan diri, yakni Pakar Hukum Lingkungan dari Universitas Airlangga Suparto Wijoyo. Dengan demikian, ada tujuh panelis yang akan menyiapkan pertanyaan untuk debat putaran kedua yang mengambil tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam (SDA).

Ketujuh panelis tersebut adalah Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Joni Hermana, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, pakar lingkungan Universitas Diponegoro yakni Sudharto P Hadi, pakar tambang Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwandy Arif, serta pakar energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Agustiawan.

Lalu ada juga Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayati dan Sekretaris Jenderal Konsorsium Pengembangan Agraria Dewi Kartika. "Jadinya tujuh, Pak Parto (Suparto) mengundurkan diri," kata Ketua KPU Arief Budiman ketika dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Jumat (8/2).

(Baca: Persiapan Debat Capres, KPU dan Panelis Gelar Pertemuan dengan LSM )

Arief juga tidak menyebut apa alasan Suparto mengundurkan diri. Penyelenggara pemilihan umum tersebut juga tidak mencari nama baru lantaran waktu saat ini sudah terlalu dekat dengan debat. "Karena sudah mepet, ya sudah," ujar dia.

Usai diskusi, Joni mengatakan belum semua panelis berkumpul siang hingga sore tadi untuk membahas materi debat. Pasalnya Rektor IPB Arif Satria sedang dalam perjalanan menuju Jakarta dari kunjungan luar negeri. Nantinya para panelis akan membahas materi debat hingga hari Minggu (10/2).

Joni juga menyampaikan bahwa panelis mulai bekerja Jumat malam setelah mendapatkan masukan dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dia mengatakan, tidak ada batasan kuantitas pertanyaan yang disiapkan panelis namun pertanyaan-pertanyaan akan diharmonisasi dalam pleno agar tidak tumpang tindih. "Setelah selesai baru kami diskusi dengan moderator agar mereka paham," kata dia.

Dengan ketiadaan kisi-kisi, Joni berharap debat kedua berlangsung lebih seru ketimbang debat pertama. Dia juga menginginkan tidak ada jawaban normatif lagi dari calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto sehingga masyarakat mendapat gambaran calon pemimpinnya. "Sejauh mana kemampuan dan konsep yang ingin mereka kembangkan," kata dia.

(Baca: Delapan Pekerjaan Rumah Calon Presiden di Sektor Energi Terbarukan)

 

Reporter: Ameidyo Daud

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha