Gerindra Diprediksi Dapat Kursi Legislatif Terbanyak di DKI Jakarta

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Hari Widowati

11/2/2019, 19.11 WIB

Elektabilitas Gerindra di dapil DKI I mencapai 14,6% sedangkan di DKI II sebesar 26,6%.

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Partai Gerindra diprediksi akan mendapatkan kursi terbanyak dalam Pileg DKI Jakarta 2019 karena unggul di daerah pemilihan DKI I dan II.

Partai Gerindra diprediksi mendapatkan kursi paling banyak dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 di daerah pemilihan DKI Jakarta. Survei terbaru Charta Politika menunjukkan, elektabilitas Gerindra di daerah pemilihan (dapil) DKI I maupun II paling tinggi dibandingkan dengan partai-partai politik lainnya.

Berdasarkan simulasi kertas suara, elektabilitas Gerindra di DKI I yang meliputi Jakarta Timur mencapai 14,6%. Angka ini diperoleh dari suara partai sebesar 8,9% dan enam calon anggota legislatifnya sebesar 5,2%. Caleg yang menyumbang perolehan suara paling tinggi, yakni Habiburokhman sebesar 3,8%.

Posisi kedua di dapil ini ditempati oleh PDIP dengan elektabilitas sebesar 13,4%. Angka ini diperoleh dari suara partai sebesar 9,4% dan enam calegnya sebesar 4%. Caleg yang menyumbang perolehan suara paling tinggi, yakni Putra Nababan sebesar 1,9%.

PKB menempati posisi ketiga dengan perolehan suara sebesar 12,4%. Angka ini diperoleh dari suara partai sebesar 2,8% dan enam calegnya sebesar 9,6%. Caleg yang menyumbang elektabilitas paling tinggi adalah Imam Nahrawi sebesar 8,9%.

"Gerindra akan dapat dua kursi di dapil DKI I. PDIP, PKB, dan PAN masing-masing mendapat satu kursi," kata Direktur Riset Charta Politika, Muslimin di Jakarta, Senin (11/2).

Di dapil DKI II yang melingkupi Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri, elektabilitas partai yang dipimpin Prabowo Subianto ini sebesar 26,6%. Angka ini diperoleh dari suara partai sebesar 13,4% dan enam calegnya sebesar 13,2%. Caleg yang menyumbang perolehan suara paling tinggi, yakni Biem Triani Benjamin sebesar 3,8%.

PDIP menyusul di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 22,3%. Angka ini diperoleh dari suara partai sebesar 10,4% dan enam calegnya sebesar 11,9%. Caleg yang menyumbang perolehan suara paling tinggi, yakni Eriko Sotarduga sebesar 6,1%.

Posisi ketiga ditempati oleh PKS dengan perolehan suara sebesar 8,4%. Perolehan suara partai sebesar 3,6%, sementara kontribusi elektabilitas enam calegnya sebesar 4,8%. Caleg yang menyumbang elektabilitas paling tinggi, yani Hidayat Nur Wahid sebesar 4,4%. "Gerindra akan dapat tiga kursi di dapil DKI II. PDIP mendapat dua kursi. PKS dan PKB masing-masing satu kursi," kata Muslimin.

(Baca: Metode Politik Uang Terus Berkembang, Masyarakat Diminta Kritis)

PDIP Unggul di Dapil DKI III

Di dapil DKI III yang meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat, PDIP unggul dengan elektabilitas sebesar 27%. Angka ini didapat dari perolehan suara partai sebesar 5,1% dan enam calegnya sebesar 21,9%. Dua caleg yang memberikan kontribusi paling tinggi, yakni Darmadi Durianto sebesar 7,5% dan Charles Honoris sebesar 7,4%.

Gerindra menyusul pada posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 20,1%. Angka ini didapat dari perolehan suara partai sebesar 7,5% dan enam calegnya sebesar 12,6%. Caleg yang memberikan kontribusi paling tinggi, yakni Saraswati D Djojohadikusumo sebesar 6,1%.

Sementara itu, PAN memiliki elektabilitas sebesar 5,9%. Perolehan suara dari partai sebesar satu persen dan enam calegnya sebesar 4,9%. Caleg yang memberikan kontribusi paling tinggi, yakni Lulung A Lunggana sebesar 4,8%.

"PDIP akan dapat tiga kursi di dapil DKI III. Gerindra mendapat dua kursi. PAN, PKS, Golkar masing-masing satu kursi," kata Muslimin.

Meski demikian, Muslim menilai angka elektabilitas di tiga dapil DKI Jakarta ini masih dapat berubah. Pasalnya, tingkat kemantapan dari para pemilih masih berkisar di angka 37,7-41,4%.

Masih ada 31,8-33,1% pemilih yang masih mungkin berubah pilihannya. Sementara, sekitar 26,6-30,5% pemilih tidak menjawab. Karenanya, Muslimin menilai para caleg harus mendorong tingkat pengenalan kepada masyarakat. Kemudian, para caleg juga dinilai perlu melakukan diferensiasi.

Diferensiasi itu harus mampu menyasar sisi emosional dari masyarakat DKI Jakarta. "Ini masih sangat dinamis angkanya ketika caleg bekerja di dua bulan yang akan datang," kata Muslimin.

(Baca: KPU Ancang-ancang Umumkan Caleg yang Tak Buka Data Pribadi)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha