Naik 6%, Pertumbuhan IKM 2019 Diprediksi Lebih Rendah

Penulis: Ekarina

11/2/2019, 15.51 WIB

Pemerintah menargetkan ekspor produk IKM tahun ini hanya berkisar 6% karena kondisi perekonomian dunia.

UKM Topeng Batik
Donang Wahyu|KATADATA
UKM Topeng Batik

Industri Kecil Menengah (IKM) tumbuh 5%-6% sepanjang 2019. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu yang diprediksi mencapai 10%. 

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan, target itu ditetapkan sejalan dengan kondisi perekonomian dunia. 

"Tidak usah terlalu besar, 5% atau  kalau bisa 6% sudah bagus. Karena kita juga melihat kondisi ekonomi dunia, bagaimanapun juga ekonomi dunia bisa mempengaruhi," kata dia di Jakarta, Senin (11/2). 

Menurut Gati, jika perekonomian global kondusif, berpotensi mendorong  ekspor produk asal Indonesia, tidak hanya dari sektor industri besar, tapi juga dari produk-produk IKM.

"Kalau perekonomiannya bagus, semakin banyak produk-produk IKM yang bisa ke luar, kan tidak hanya disuplai dari industri besar, IKM juga punya produk," kata Gati.

(Baca: Penjualan Produk IKM di Marketplace Capai Rp 1,3 Miliar)

Produk IKM sektor makanan dan minuman, elektronika, komponen otomotif, tekstil dan produk tekstil, serta kerajinan bisa menjadi andalan untuk mencapai target pertumbuhan IKM tahun ini. 

IKM tersebut diselaraskan dengan industri besar yang difokuskan pemerintah untuk mencapai pertumbuhan industri. 

"Jadi IKM tidak jalan sendiri. Karena kalau pemerintah sudah fokus ke lima ini kalau kita jalan sendiri, pasarnya siapa?," kata dia.

Selain dari pertumbuhan dalam negeri, pemerintah juga berencana menggenjot ekspor produk IKM. Pemerintah menyasar pasar Amerika dan Eropa sebagai tujuan ekspor produk tersebut.

"Pasarnya Amerika dan Eropa karena kedua negara itu yang ekonominya secara fundamental lebih mantap,"  ujarnya.

Menurut Gati, produk IKM memiliki segmentasi pasar tersendiri yang spesifik, yang mana pasar dari kedua negara cukup meminati, terutama untuk produk-produk kerajinan.

(Baca juga: Peta Jalan IKM Fesyen Muslim Soroti Ketersediaan Bahan Baku)

IKM sektor furnitur masih diandalkan untuk meningkatkan ekspor ke berbagai negara tahun ini, mengingat sektor ini yang banyak dicari oleh pasar luar negeri.

Selain itu IKM makanan dan minuman, IKM elektronika, IKM komponen otomotif, IKM kerajinan, serta IKM tekstil dan produk tekstil juga tengah didrong untuk menggencarkan ekspor. 

Dari total 27.000 IKM yang ada di Indonesia, saat ini baru 300 IKM yang mampu mengekspor produk. "Tahun ini kita ingin tingkatkan ya 3.000 IKM lah kalau bisa untuk mampu ekspor ke berbagai negara," ujar Gati. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha