Sulawesi Selatan Minta Bulog Tingkatkan Serapan Beras Petani 15%

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

11/2/2019, 13.55 WIB

Gubernur Sulawesi Selatan meminta Bulog meningkatkan penyerapan beras petani hingga 15% yang akan diperkuat dengan Peraturan Gubernur (Pergub).

Petani Jeruk
Katadata
Petani menggiling gabah di sawah. Perum Bulog memperkirakan serapan beras petani pada panen raya bisa mencapai 2 juta ton.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah meminta Bulog meningkatkan penyerapan beras petani  hingga 15%. Sebab, masih ada daerah potensial  di wilayah tersebut yang belum terjangkau oleh Bulog.

“Ada daerah yang belum dilirik seperti Kabupaten Luwu Raya, tantangan Bulog untuk membangun rice processing,” kata dia dalam keterangan resmi, Senin (11/2).

Nurdin juga akan mengeluarkan Peraturan Gubernur agar 15% produksi dapat terserap sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Penyerapan produksi lebih tinggi dihapkan bisa memperkuat ketahanan pangan nasional. 

(Baca: Mengukur Kemampuan Bulog untuk Penyerapan Beras Petani)

Nurdin mengatakan, Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah pemasok beras untuk memenuhi kebutuhan 27 provinsi di Indonesia. 

Untuk memaksimalkan penyerapan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Selatan dan Barat pun melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait penyediaan data dan informasi wilayah panen.

Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar megatakan saat ini Bulog memiliki kapasitas  gudang di Sulselbar sebesar 377.600 ton. Gudang itu tersebar dari Mamuju sampai Pulau Selayar. 

(Baca juga: Bulog Siapkan Anggaran Rp 10 Triliun untuk Serap 1,8 Juta Ton Beras)

Target penyerapan Bulog di Divre Sulselbar sebanyak 224.423 ton pada triwulan pertama 2019. “Bulog mempunyai peran mewujudkan ketahanan pangan dan lumbung beras,” ujarnya.

Bachtiar menjelaskan, untuk wilayah Sulawesi Selatan, masih menggunakan aturan daerah yang penyerapannya minimal 10% total produksi padi. Adapun secara keseluruhan, penyerapan Bulog saat panen raya bisa mencapai 2 juta ton di seluruh Indonesia. 

Selain target serapan, perusahaan pelat merah  ini juga melakukan operasi pasar untuk stabilisasi harga di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat. Sebanyak 7.505 ton beras medium didistribusikan melalui pengecer di pasar tradisional, retail modern, jaringan Sahabat Rumah Pangan Kita (RPK), serta sinergi BUMN.

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha