Teror Pembakaran Kendaraan di Jawa Tengah Diduga Terencana

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Hari Widowati

11/2/2019, 13.39 WIB

Teror pembakaran ini terjadi berulang kali. Beberapa waktu sebelumnya, sempat terjadi teror penyerangan orang gila kepada para ulama.

Teror pembakaran motor
ANTARA FOTO/AJI STYAWAN
Teror pembakaran kendaraan baik roda dua maupun roda empat oleh orang tidak dikenal selama Januari 2019 yang tercatat Polda Jateng mencapai 22 kejadian di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Kendal. Hingga kini kasus teror tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

Teror pembakaran kendaraan yang terjadi di Jawa Tengah diduga dilakukan secara terencana. Gangguan keamanan tersebut terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Kepala Staf Presiden Moeldoko mencurigai teror pembakaran kendaraan yang terjadi di Jateng dilakukan secara terencana. Teror ini terjadi berulang kali. Beberapa waktu sebelumnya, sempat terjadi teror penyerangan orang gila kepada para ulama yang terjadi di beberapa wilayah. "Sangat mungkin untuk pemanasan, bisa juga begitu," kata Moeldoko di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (11/2).

Meski demikian, Moeldoko tak ingin menimbulkan polemik dengan berspekulasi soal teror tersebut. Dia menyerahkan persoalan itu kepada polisi yang tengah melakukan pendalaman kasus ini.

Dengan demikian, dapat dipahami siapa pelaku dan motif di balik terjadinya teror pembakaran kendaraan tersebut. Alhasil, peristiwa ini dapat dicegah ke depannya. "Saya pikir polisi sudah mengambil langkah, tidak boleh ini terus-terusan terjadi karena ini menyangkut rasa kenyamanan, ketertiban, keamanan," kata Moeldoko.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya kembali menggalakkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Siskamling dilakukan bersama rakyat, polisi, Satpol PP, dan Babinsa TNI.

Dia berharap gerakan Siskamling ini dapat mencegah terjadinya teror pembakaran kendaraan di Jawa Tengah. Selain itu, gerakan ini dapat mengungkap para pelaku dan motif di balik tindakan pembakaran tersebut. "Saya yakin akan bisa terungkap ini inisiatif sendiri, digerakkan, atau disuruh orang," kata Tjahjo.

Teror pembakaran kendaraan sejauh ini telah terjadi 27 kali di empat wilayah provinsi yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo tersebut. Rinciannya, 17 kasus terjadi di Semarang, delapan kasus di Kendal, satu kasus di Ungaran, dan satu kasus di Grobogan.

(Baca: Amir Syamsuddin: Kasus Novel Akan Turunkan Elektabilitas Jokowi)

Antisipasi Teror Pembakaran

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menginstruksikan kepala daerah di 35 kabupaten/kota di provinsi tersebut untuk mengantisipasi terjadinya teror pembakaran mobil dan motor yang meresahkan masyarakat akhir-akhir ini. Ia juga meminta masyarakat tetap tenang karena Polda Jateng, Pangdam Diponegoro, serta instansi terkait sudah berkoordinasi.

Namun, Ganjar enggan berspekulasi terkait kemungkinan teror ini terkait tahun politik. "Nanti jika terungkap satu saja maka akan terungkap semuanya, dan jalan satu-satunya untuk mengungkap ini pelakunya harus ditangkap," kata Ganjar, seperti dikutip Antara.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, teror pembakaran mobil dan motor yang terjadi di Kabupaten Grobogan dan beberapa kota lainnya di Jateng memiliki motif yang sama. Polda Jateng telah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini.

"Kami sudah melakukan razia-razia di jalanan, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan penguatan tim," kata Condro. Polda Jateng menurunkan 1.200 personel dalam penyidikan kasus ini.

(Baca: Gangguan Keamanan hingga Cuaca Ekstrem Jadi Kerawanan Pemilu di Papua)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha