Medco Rampungkan Survei Seismik 2D di Blok South Sumatra

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Safrezi Fitra

12/2/2019, 20.05 WIB

Medco menyatakan kegiatan survei ini belum membuahkan hasil.

Medco Energi
Arief Kamaludin|KATADATA
Medco Energi

PT Medco E&P Indonesia telah melakukan survei seismik darat (2D) di Blok South Sumatera. Kegiatan seismik (2D) ini berlokasi di empat Kabupaten, yaitu Kabupaten Musi Rawas, Empat Lawang, Lahat dan Muara Enim dengan total Panjang lintasan 330 kilometer persegi.

Pekerjaan ini dibagi menjadi 6 area survei, yaitu area Aini, South Sugih Waras, Kaktus - East Lily, Hijau – North Teras, Arung – Nowera, dan Rambutan Deep. Meski begitu, kegiatan survei ini belum membuahkan hasil. rencana pelaksanaan operasi akuisisi seismik 2D selanjutnya direncanakan akan dimulai pada kuartal ketiga 2019. Proses pengurusan izin-izin dan study lingkungan (UKL/UPL) yang diperlukan akan dilakukan sebelum pelaksanaan pekerjaan.

Program ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya untuk mematangkan target-target dangkal di area Musi Platform yang mempunyai tingkat keberhasilan lebih baik. Beberapa diantaranya, seperti temuan baru sumur Arung-1 dan Hijau-2, serta untuk mengkonfirmasi tambahan sumber daya di prospek Rambutan Deep. 

(Baca: Dukung Ketahanan Energi, Medco Selesaikan Proyek Utama Tahun 2018)

Jumlah biaya yang dikeluarkan oleh Medco dalam melakukan survei seismik ini hingga sampai akhir Januari 2019 sudah mencapai sebesar US$ 40.260. Sebagai informasi, Blok South Sumatra PSC sepenuhnya dimiliki oleh PT Medco E&P Indonesia. Salah satu perusahaan Arifin Panigoro ini telah menerima persetujuan perpanjangan kontrak kerja sama bagi hasil sampai dengan 2033.

Selain kegiatan survei, Medco E&P juga akan merampungkan fasilitas produksi Lica di Sumatera Selatan. Hingga Oktober tahun lalu, pembangunan proyek ini sudah berjalan 94% dan diperkirakan selesai tahun ini. Kapasitas produksi fasilitas ini sebesar 4.000 barel per hari (bph) dengan perkiraan produksi puncak sebesar 3.700 bph. Nilai kontrak rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering Procurement Construction/EPC) mencapai US$ 8,5 juta.

Kemudian, proyek pengembangan Lapangan Gas Blok A, di Aceh. Proyek ini akan menghasilkan gas sebesar 58 miliar unit thermal per hari (BBTUD). Gas itu dialirkan untuk memenuhi kebutuhan industri pupuk, kelistrikan dan industri lain di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha