Debat Capres Kedua, Jokowi dan Prabowo Diprediksi Punya Fokus Beda

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Safrezi Fitra

13/2/2019, 18.32 WIB

"Saya menduga bahwa Jokowi fokus pada isu energi dan infrastruktur. Prabowo bicara pangan, seperti mengenai harga," kata Titi

Debat Capres I 2019
Arief Kamaludin | Katadata
Perhelatan debat Pilpres 2019 diperkirakan memiliki efek pendongkrak elektabilitas untuk menggaet masyarakat yang belum menentukan atau masih dapat berubah pilihannya.

Debat kedua dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) akan diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 17 Februari 2019 dengan tema Energi, Pangan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam (SDA), dan Lingkungan Hidup. Pengamat menilai calon Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan Prabowo Subianto akan memiliki fokus debat yang berbeda.

"Saya menduga bahwa Jokowi fokus pada isu energi dan infrastruktur. Prabwo bicara pangan, seperti mengenai harga," kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (13/2).

Selain itu, Titi menjelaskan bahwa debat kedua nanti bisa menjadi debat yang berkualitas apabila formulasi debat bisa mengalaborasi dan mengoptimalkan potensi dari pasangan calon berdasarkan visi misinya. Kedua, panelis diharapkan bisa mengkonstruksi pertanyaan yang mengalaborasi pemikiran dan gagasan yang mereka bawa. Panelis, seharusnya tidak mengajukan pertanyaan yang sifatnya umum.

(Baca: Debat Capres Babak Dua, Jokowi-Prabowo Didorong Bahas Oligarki Tambang)

Adapun, debat yang akan diadakan nanti memiliki konsep yang berbeda. Misalnya, KPU telah menambah sesi ilustrasi film pendek, setelah itu ada konsep tarung bebas untuk menguji program yang telah dibuat oleh paslon. "Debat bisa berkualitas dengan dua hal, bisa menggali visi misi, yang kedua adalah performa calon," kata dia.

Paslon nomor urut 1 Jokowi dan Ma'aruf Amin telah menetapkan visi, yakni terwujdunya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkripribadian, berlandaskan gotong royong. Sedangkan misinya, Pertama, peningkatan kualitas manusia Indonesia. Kedua, struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Ketiga, pembangunan yang merata dan berkeadilan. Keempat, mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Kelima, kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa. Keenam, penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya. Ketujuh, perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga. Kedelapan, pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya. Kesembilan, pemerintah daerah dalam kerangka negara kesatuan.

(Baca: Walhi Minta Jokowi-Prabowo Singgung Konflik Agraria di Debat Pilpres)

Adapun, visi dari paslon nomor 02 yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, yaitu terwujudnya bangsa dan Negara dan Republik Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, relijius, berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian nasional yang kuat di bidang budaya serta menjamin kehidupan yang rukun antar warga negara tanpa memandang suku, agama, latar belakang sosial, dan rasnya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945.

Sedangkan misinya, membangun perekonomian nasional yang adil, makmur, berkaulitas, dan berwawasan lingkungan dengan mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia melalui jalan politik ekonomi. Kedua, membangun masyarakat Indonesia yang cerdas, sehat, berkualitas, produktif dan berdaya saing dalam kehidupan yang aman, rukun, damai, dan bermartabat serta terlindungi oleh jaminan sosial yang berkeadilan tanpa deskriminasi.

Ketiga, membangun keadilan di bidang hukum yang tidak tebang pilih dan transparan, serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui jalan demokrasi yang berkualitas. Keempat, membangun kembali nilai-nilai lihur kepribadian bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, martabat, dan bersahbat, yang diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kelima, membangun sistem pertahanan dan kemanan nasional secara mandiri yang mampu menjaga keutuhan dan integritas wilayah Indonesia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha