Timses: Posisi Jokowi Bakal Lebih Sulit di Debat Pilpres Putaran Kedua

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Hari Widowati

13/2/2019, 18.10 WIB

Jokowi sebagai petahana menjadi sasaran empuk kritik dari kandidat pesaingnya terkait kinerja empat tahun terakhir.

Debat Capres I 2019
Arief Kamaludin | Katadata
Paslon 01, Joko Widodo dan Kh Ma\'ruf Amin saat Debat Capres I 2019 yang diselenggarakan KPU Pusat di Jakarta, Kamis (17/1). Dalam debat kedua, posisi Jokowi diprediksi lebih sulit karena akan menjadi sasaran kritik dari penantangnya, Prabowo Subianto.

Posisi Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dalam Debat Pilpres putaran kedua diperkirakan lebih sulit. Pasalnya, sebagai petahana Jokowi akan menghadapi kritik dari kandidat pesaingnya terkait kinerjanya dalam empat tahun terakhir.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Taufik Basari, menilai Jokowi sebagai petahana diprediksi akan menjadi objek dari kritik-kritik yang disampaikan oleh Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Secara politis dalam isu pangan, energi, lingkungan, SDA, dan infrastruktur itu petahana dalam posisi dikritik dan diserang atau sebagai pihak yang menjadi obyek," kata Taufik di Jakarta, Rabu (13/2).

Sementara itu, Taufik menilai Jokowi akan kesulitan dalam mengkritik balik Prabowo. Alasannya, mantan Danjen Kopassus itu belum pernah memerintah. Alhasil, belum ada catatan bagi Prabowo di isu-isu pangan, energi, lingkungan, sumber daya alam (SDA), dan infrastruktur.

Meski demikian, Taufik mengklaim Jokowi sudah siap untuk menjawab berbagai pertanyaan dari Prabowo ketika debat kedua berlangsung. Menurutnya, Jokowi akan menyampaikan berbagai keberhasilan selama pemerintahannya dengan berbagai data yang ada.

Keberhasilan tersebut terkait dengan upaya mempercepat pembangunan infrastruktur. Jokowi juga diklaim telah berhasil menjaga ketahanan pangan.

(Baca: Istana Anggap Ekonomi RI Terbang Saat Negara Lain Menukik)

Selain itu, Taufik menyebut Jokowi mampu menjaga stabilitas harga pangan. Hal ini terlihat dari tidak adanya lonjakan harga bahan pangan ketika hari raya. "Itu merupakan salah satu prestasi yang berbeda dengan pemerintahan sebelumnya," kata Taufik.

Taufik pun menyebut Jokowi akan menonjolkan prestasinya dalam mewujudkan pemerataan ketersediaan listrik bagi masyarakat Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rasio elektrifikasi saat ini mencapai 98,3%.

Mantan Wali Kota Solo itu juga akan menonjolkan prestasinya yang berhasil mengambil alih 51,23% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). "Tentu ini sudah siap disampaikan oleh Pak Jokowi karena sudah teruji keberhasilannya," katanya.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Faldo Maldini mengakui jika kemewahan oposisi adalah lebih leluasa melakukan kritik terhadap petahana. Menurut Faldo, berbagai kritik bakal disampaikan Prabowo untuk membantah klaim keberhasilan yang selama ini digaungkan Jokowi.

"Ketika 01 akan bicara tentang berbagai keberhasilannya, kami juga akan bicara lebih keras tentang ketidakberhasilannya," kata Faldo.

(Baca: Debat Pilpres Kedua, Prabowo Siapkan Kritik Infrastruktur dan Pangan)

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha