Cari Celah Efisiensi, Jokowi Minta Harga Avtur Dihitung Ulang

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

14/2/2019, 09.26 WIB

Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajaran menterinya untuk segera menghitung ulang harga avtur yang dijual PT Pertamina (Persero).

Jokowi-JK
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat tentang evaluasi Tingkat Komponen Dalam Negeri di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/8).

Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajaran menterinya untuk segera menghitung ulang harga avtur yang dijual PT Pertamina (Persero). Langkah  tersebut bertujuan untuk mengetahui peluang efisiensi avtur,  sehingga harga jualnya dapat ditekan.  

Dalam rapat di Kantor Presiden, Jokowi meminta kalkulasi efisiensi harga avtur  dilakukan secepatnya. “Saya sudah perhintahkan untuk dihitung, mana yang belum efisien dan mana yang bisa efisiensi, nanti segera diputuskan,” kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (13/2).

Dia menjelaskan, para menteri harus membuat perhitungan dengan rinci, perihal apa saja yang bisa diefisiensikan agar harga avtur bisa ditekan. Sebab, harga avtur sangat mempengaruhi biaya operasional maskapai penerbangan sehingga berdampak langsung pada tiket pesawat.

Namun, dia tidak menyebutkan batas waktu penurunan harga avtur untuk biaya tiket pesawat. “Ada opsi-opsi seperti apa baru sampaikan kepada saya,” ujar Jokowi.

(Baca: Pemerintah Imbau Tarif Tiket Pesawat Turun Pekan Ini)

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai maskapai penerbangan domestik bisa kembali menyesuaikan harga tiket pesawat jika harga avtur ditekan. Apalagi, komponen bahan bakar itu menyumbang porsi signifikan terhadap biaya operasional penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan, berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan pada akhir 2015, beban avtur mencapai 24% dari operasional penerbangan. Sementara, pihak maskapai mengatakan harga avtur menyumbang 40% dari biaya penerbangan pesawat.

"Kalau harga turun, otomatis (menjadi) komponen yang berpengaruh. Kami lihat seharusnya mereka bisa lakukan penyesuaian kembali," kata Polana, di Jakarta, Rabu (13/2).

Saat ini, Kementerian Perhubungan hub melalui Badan Penelitian dan Pengembangan sedang melakukan perhitungan terhadap tarif pesawat. Namun, kewenangan untuk menurunkan harga avtur berada di tangan PTPertamina(Persero) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

(Baca: Kemenhub: Jika Avtur Ditekan, Maskapai Bisa Turunkan Harga Tiket)

Polana juga menyampaikan, berdasarkan hasil rapat dengan Pertamina Aviasi, sebenarnya harga avtur perusahaan pelat merah tersebut sudah kompetitif. Namun, masih ada komponen harga yang bisa diturunkan lagi meski dia enggan menyebut apa saja komponennya. "Karena bukan kewenangan kami, nanti Pertamina atau ESDM yang mungkin bisa sampaikan," kata dia.

(Baca: Polemik Harga Avtur, JK: Tiket Murah Jangan Sampai Korbankan Maskapai)

 

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha