Grab Bakal Integrasikan Aplikasi dengan Booking.com dan Agoda

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

15/2/2019, 17.52 WIB

Dengan dukungan Booking.com dan Agoda.com, pengguna bisa memesan akomodasi langsung dari aplikasi Grab.

Grab
KATADATA | Ajeng Dinar Ulfiana
Driver Grab memarkirkan motornya di parkiran khusus Grab , Mall FX, Jakarta Selatan (22/11).

Setelah berkolaborasi dengan Hooq, Grab berencana menggandeng Booking Holdings untuk menghadirkan fitur pemesanan hotel di aplikasinya. Sebagaimana diketahui, Booking Holdings merupakan salah satu investor dalam putaran pendanaan seri H bagi Grab pada akhir 2018 lalu.

"Booking Holdings itu di dalamnya ada Booking.com dan Agoda.com," ujar President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Jumat (15/2).

Kedua platform pemesanan jasa perjalanan ini kemungkinan bakal hadir di aplikasi Grab. Dengan begitu, pengguna bisa memesan layanan perjalanan, termasuk akomodasi, langsung dari aplikasi Grab. Namun, Ridzki enggan menjabarkan kapan tepatnya layanan ini bakal dirilis.

Selain masuk ke bisnis hiburan lewat Hooq dan layanan perjalanan dari Booking Holdings, Grab bakal merilis fitur kesehatan, kemungkinan dengan menggandeng startup lain. Namun, ia masih merahasiakan detailnya.  "Setelah bekerja sama dengan Hooq, kami akan masuk lagi ke travel dan medikal," ujar dia.

(Baca: Grab Indonesia Tunjuk Managing Director Perempuan)

Dengan demikian, Grab sudah melengkapi dirinya dengan layanan berbagi tumpangan (ride hailing); pesan-antar makanan; berbelanja lewat GrabFresh; logistik dengan Grab Express; periklanan dengan GrabAds; GrabProfiles untuk otentikasi pengguna; GrabDaily untuk konten berita bekerja sama dengan Yahoo; dan, GrabTV. Kini, Grab merambah bisnis konten, kesehatan, dan perjalanan.

Hal ini sesuai dengan visi Grab untuk menjadi everyday super app. "Sekarang waktu yang tepat untuk menawarkan keahlian kami kepada sekelompok rekanan terpilih dan menjadikan platform kami terbuka bagi ekosistem Asia Tenggara yang lebih luas lagi,” ujar CEO dan Co-founder Grab Anthony Tan, pada Juli 2018 lalu.

Strategi yang sama juga diambil sang pesaing, Gojek. Sebelumnya, Gojek meluncurkan layanan streaming video, yaitu Go-Play pada April 2018. Gojek juga memiliki Go-Studio untuk masuk ke bisnis hiburan.

Selain GoRide, GoSend, GoShop, dan lainnya, Gojek bekerja sama dengan Pertamina meluncurkan Go-Pertamina pada Oktober 2018. Bahkan, melalui platform Go-Daily, pengguna bisa memesan air mineral untuk layanan sehari-hari. Gojek juga menggandeng Kumparan untuk menyajikan konten berita dan perusahaan crowfunding KitaBisa untuk donasi melalui Go-Give.

(Baca: Layanan Pesan Antar Go-Food dan GrabFood Ubah Perilaku Konsumen)

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha