Tertekan Beban Bunga, Hutama Karya Proyeksikan Laba 2019 Stagnan

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Safrezi Fitra

8/3/2019, 18.23 WIB

"Karena tahun ini ada 5 ruas jalan tol yang beroperasi, sehingga ada beban bunga yang cukup besar senilai Rp 2,16 triliun," kata Anis

Hutama Karya
Arief Kamaludin (Katadata)

PT Hutama Karya (Persero) tahun ini menargetkan laba bersihnya stagnan alias tidak tumbuh dibandingkan tahun lalu. Mereka menargetkan laba bersih sama seperti tahun lalu sebesar Rp 2,2 triliun, karena tahun ini argo beban bunga pinjaman mereka mulai berjalan.

"Target laba 2019 tidak tumbuh karena tahun ini ada lima ruas jalan tol yang beroperasi, sehingga ada beban bunga yang cukup besar senilai Rp 2,16 triliun," kata Direktur Keuangan Hutama Karya Anis Anjayani kepada Katadata.co.id, Jumat (8/3).

(Baca: Bangun Tol 2.700 km, Hutama Karya Butuh PMN Rp 10-15 Triliun per Tahun)

Lima ruas jalan tol yang akan beroperasi tahun ini, merupakan bagian dari proyek jalan tol Trans Sumatra. Ruas-ruas tersebut adalah jalan tol ruas Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Bakaehuni-Terbanggi Besar, Terbanggi Besar- Pematang Panggang-Kayu Agung, dan Pekan Baru-Dumai.

Pada 2014-2015, Hutama Karya mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun jalan tol Trans Sumatra. Penugasan itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor (Perpres) 100 Tahun 2014 yang kemudian diubah dengan Perpres Nomor 117 Tahun 2015.

(Baca: Jalan Tol Bakauheni-Palembang Sudah Bisa Dipakai Mudik Lebaran 2019)

Sebenarnya, kata Anis, laba sebelum dipotong beban bunga, masib bisa tetap tumbuh. Bahkan, perseroan berani menargetkan laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan depresiasi (EBITDA) tumbuh hingga 61,6%, menjadi Rp 5,27 triliun dari ebitda tahun lalu yang hanya Rp 3,26 triliun.

Kinerja Keuangan Hutama Karya

Kinerja keuangan Hutama Karya cukup baik dalam beberapa tahun terakhir. Laba bersih tahun lalu yang senilai Rp 2,2 triliun, mengalami lonjakan lebih dari dua kali lipat atau 106% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,07 triliun. Lonjakan laba Hutama Karya 2018 sejalan dengan kenaikan pendapatan perusahaan yang cukup tinggi.

Pendapatan perusahaan konstruksi ini mencapai Rp 26,54 triliun, naik 46,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Aset perusahaan pun tercatat mencapai Rp 48,7 triliun pada akhir tahun lalu, naik 41,58% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 68,95 triliun.

"Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pendapatan Hutama Karya mencapai 43%, pertumbuhan laba bersih 73%, dan pertumbuhan aset 76%," kata Anis.

(Baca: Tol Trans Sumatera Berpotensi Tambah Penerimaan Pajak)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha