Semen Indonesia Industri Bangunan Laksanakan Tender Offer Rp 3 Triliun

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Happy Fajrian

13/3/2019, 19.24 WIB

Pelaksanaan tender offer ini terkait kewajiban perusahaan untuk membeli sisa saham publik setelah mengakuisisi 80% saham Holcim.

Semen Indonesia
Arief Kamaludin | Katadata

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) bakal mengucurkan dana hingga Rp 3,1 triliun kepada anak usahanya PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) untuk melaksanakan penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO).

Penawaran tender tersebut berkaitan dengan akuisisi 80,64% saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) yang telah berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), perusahaan berkewajiban membeli sisa saham publik setelah mengambil alih lebih dari 80% saham.

Sisa saham Solusi Bangun Indonesia yang belum diambil alih oleh Semen Indonesia yang saat ini masih dikuasai oleh publik berjumlah 1,48 miliar saham atau 19,36%, Saham tersebut akan dibeli melalui MTO dengan harga Rp 2.097 per saham. 

"Semen Indonesia yang akan setor dana ke SIIB sebagai setoran modal untuk MTO. Dana yang disetorkan nantinya sesuai saham SMCB yang masih dimiliki publik yang akan 'dijual' ke SIIB," jelas Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia yang juga merangkap sebagai Direktur Solusi Bangun Indonesia Agung Wiharto kepada Katadata.co.id, di Jakarta, Rabu (13/3).

(Baca: Semen Indonesia Industri Bangunan Resmi Jadi Pengendali Holcim)

Dalam keterbukaan informasi yang diunggah oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sumber dana SIIB dalam melaksanakan MTO berasal dari dana yang diperoleh dari shareholder loan dan setoran modal yang akan diberikan oleh Semen Indonesia kepada SIIB sesuai dengan kebutuhan pendanaan terkait MTO.

Pinjaman Sindikasi

Agung mengatakan, Semen Indonesia memiliki sumber pendanaan yang cukup untuk dapat digunakan dalam mendukung pelaksanaan MTO yang akan dilakukan oleh SIIB. "Dana tersebut berasal dari pinjaman sindikasi bank," katanya.

Akhir tahun lalu, Semen Indonesia mendapat pinjaman sindikasi dari sejumlah bank asing senilai US$ 1,28 miliar untuk mendanai sebagian besar biaya akuisisi 80,64% saham Holderfin B.V. di Holcim Indonesia. Pinjaman tersebut akan dilunasi dalam tempo 24 bulan.

Dalam transaksi tersebut, Bank BNP Paribas (BNPP), Deutsche Bank AG Cabang Singapura (DB), Maybank Kim Eng Securities PTE Ltd (Maybank), MUFG Bank Ltd (MUFG), dan Standard Chartered Bank (SCB) bertindak sebagai arrangers sekaligus original lenders.

(Baca: Target Penjualan Semen Indonesia Naik 5% usai Akuisisi Solusi Bangun)

Agung mengatakan, untuk mengakuisisi 80,64% saham Holderfin BV di Holcim Indonesia, Semen Indonesia menggunakan dana pinjaman senilai US$ 917 juta. Sedangkan sisanya sebesar US$ 363 juta atau sekitar Rp 5,26 triliun (asumsi kurs Rp 14.500/dolar) akan digunakan untuk mendanai SIIB dalam melaksanakan MTO.

"Sisanya untuk membeli saham publik 19,4% terkait dengan kewajiban MTO," kata Agung memastikan.

Ada pun, masa penawaran untuk tender offer ini sudah dimulai sejak 12 Maret 2019 kemarin dan akan berlangsung hingga 10 April 2019 mendatang. Tanggal terakhir pembayaran oleh Semen Indonesia kepada pemegang saham publik yang ingin melepas sahamnya, akan jatuh pada 22 April 2019. Semen Indonesia menunjuk perusahaan efek PT BNI Sekuritas sebagai perantara efek.

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha