Wiranto Minta Masyarakat Tak Resah dengan Isu Kerusuhan di Pemilu 2019

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Sorta Tobing

14/3/2019, 14.20 WIB

Menurut Wiranto, KPU dan Bawaslu telah membangun mekanisme yang cukup baik dalam mencegah konflik selama penyelenggaraan Pemilu 2019.

Wiranto
ANTARA FOTO/Suwandy
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengatakan, keadaan keamanan di Indonesia terkendali jelang dan setelah Pemilu 2019.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto meminta masyarakat tak resah dengan isu adanya kerusuhan besar menjelang dan setelah Pemilu 2019. Ia menyebut isu tersebut tak benar.

Wiranto mengatakan, keadaan keamanan di Indonesia masih terkendali hingga saat ini. Hal tersebut berdasarkan eskalasi konflik dan laporan intelijen yang diterimanya. "Mudah-mudahan (aman) sampai nanti Pemilu 2019," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Kamis (14/3).

Menurut Wiranto, KPU dan Bawaslu telah membangun mekanisme yang cukup baik dalam mencegah konflik selama penyelenggaraan Pemilu 2019. Ia mencontohkan, KPU telah membentuk zonasi untuk kampanye rapat umum.

Nantinya, pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin beserta partai-partai pengusungnya mendapatkan zona B. Sementara, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beserta partai-partai pengusungnya memperoleh zona A. Masing-masing pasangan calon akan berpindah zona secara bergiliran setiap dua hari sekali, mulai dari 24 Maret-13 April 2019.

(Baca: Wiranto Minta Pengungkapan Teroris di Sibolga Tak Dikaitkan Pilpres)

Polri dan TNI pun telah mengerahkan kekuatan yang cukup dalam menjaga keamanan selama Pemilu 2019. Bahkan, lanjut Wiranto, aparat keamanan telah disebar hingga berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS). Saat ini ada 809.500 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia. "Rasio kemungkinan adanya gangguan keamanan dengan jumlah polisi dan TNI sangat cukup," kata Wiranto.

Wiranto lantas meminta agar masyarakat tak berpergian ke luar negeri karena adanya isu kerusuhan tersebut. Mereka harus ada di tempat tinggal masing-masing pada 17 April 2019 mendatang agar bisa mencoblos.

Ia mengatakan, hak pilih masyarakat harus dimanfaatkan mengingat Pemilu hanya dilaksanakan lima tahun sekali. "Jangan sampai hak pilih tidak digunakan karena takut isu (kerusuhan)," kata Wiranto.

Jokowi unggul di sejumlah survei

Hasil survei dari berbagai lembaga menunjukkan pasangan Jokowi-Ma’ruf lebih unggul dibanding lawannya Prabowo-Sandi. Yang teranyar sigi dari Konsep Indonesia (Konsepindo).

Dengan simulasi top of mind, Konsepindo menemukan angka keterpilihan Jokowi-Ma’ruf mencapai 55%, sementara Prabowo-Sandi 33,2%. Sisanya, 11,8% tidak menjawab atau tidak tahu.

(Baca: Survei: Prabowo-Sandi Didukung Masyarakat Berpendidikan Tinggi)

Lembaga ini juga menggunakan simulasi memakai kertas suara. Hasilnya, pasangan nomor urut 01 meraih 54,8%, sedangkan yang pasangan 02 sebesar 20,7%. Sisanya, 11,1% tidak menjawab.

Konsepindo melakukan survei ini pada periode 17-24 Februari lalu dan melibatkan 1.200 responden secara acak. Metode yang mereka pakai adalah multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

 

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha